Transfer Pengetahuan Tasit

Transfer pengetahuan adalah proses pergerakan pengetahuan dalam organisasi, orang-ke-orang dan dipengaruhi karakteristik orang-orang yang terlibat dalam proses tersebut (Szulanski, 1996, O’Dell 1998).

Proses transfer pengetahuan diawali dengan inisiasi yaitu tahapan dimana terjadi hal-hal yang mendorong untuk memutuskan melakukan transfer pengetahuan. Tahapan ini dimulai ketika pengetahuan yang dibutuhkan dalam organisasi belum ditemukan. Tahap selanjutnya adalah implementasi. Tahapan ini dimulai dengan keputusan untuk mulai melakukan transfer. Pada tahap ini, pengetahuan mengalir antara sumber dan penerima pengetahuan. Pengetahuan yang ditransfer tersebut digunakan oleh penerima pengetahuan setelah hari pertama. Tahapan ini disebut ramp-up. Tahapan akhir dari proses transfer pengetahuan, disebut integrasi yaitu ketika  penerima merasa puas setelah menggunakan pengetahuan yang ditransfer lalu pengetahuan yang ditransfer digunakan secara terus menerus sehingga pengetahuan tersebut melekat pada penerima (Szulanski, 1996).

Walaupun proses transfer PT terjadi, namun tidak seratus persen PT yang dimiliki seseorang dapat ditransfer dan seorang yang menerima pengetahuan tersebut, tidak bisa seratus persen menangkap pengetahuan tersebut. O’Dell (1998) menyatakan faktor yang mempengaruhi proses transfer dalam organisasi diantaranya adalah budaya, kepemimpinan, sedangkan teknologi tidak terlalu berpengaruh karena proses, pendorong dan penghalang untuk berbagi pengetahuan tidak terlalu bersifat teknis. Hasil penelitian Osterloh (2000) menunjukkan bahwa motivasi dari dalam diri individu sangat mempengaruhi proses transfer pengetahuan.  Sedangkan menurut Szulanski (1996), faktor-faktor yang mempengaruhi proses transfer adalah:

  1. Pengetahuan yang ditransfer: pengetahuan tersebut ambigu atau tidak atau pengetahuan yang ditransfer tidak dapat dipercaya.
  2. Sumber pengetahuan: keinginan untuk berbagi rendah, pengetahuan yang dihasilkannya tidak dipercaya oleh pihak penerima.
  3. Penerima pengetahuan: keinginan untuk menerima pengetahuan dari luar, kemampuan menyerap pengetahuan dan kemampuan menyimpan pengetahuan rendah
  4. Hubungan antara penerima dan sumber pengetahuan yang kurang baik (dekat).

O’Dell (1998) menyarankan agar proses transfer efektif diantaranya dengan cara:

  1. Menggunakan perbandingan dengan pesaing untuk menciptakan rasa urgen atau temukan alasan kuat yang memaksa untuk berubah.
  2. Menggunakan sistem pemberian hadiah untuk mendorong proses sharing dan transfer pengetahuan
  3. Menggunakan teknologi untuk menemukan pengetahuan dan membentuk jaringan sehingga bisa menghasilkan pengetahuan.
  4. Pemimpin mendorong proses transfer diantaranya dengan cara menyebarkan kisah-kisah sukses, menyediakan infrastuktur dan mengubah sistem pemberian hadiah untuk menghilangkan penghalang proses transfer pengetahuan.

Proses transfer PT yang memberikan kontribusi terhadap penciptaan keunggulan daya saing adalah pada proses pengubahan pengetahuan tasit menjadi eksplisit (eksternalisasi) dan proses berbagi pengetahuan antar individu melalui learning by doing (sosialisasi). Hasil dari transfer PT  tidak dapat diamati secara langsung dan tidak dapat dihubungkan dengan pekerja tertentu. Namun untuk menilainya dapat mengamati hasil dari transfer pengetahuan (Osterloh, 2000). Misalnya untuk mengetahui hasil transfer pengetahuan dari seorang pekerja yang lama bekerja di bagian pewarnaan batik kepada pekerja baru, maka dapat dilihat dari batik yang dihasilkan oleh pekerja baru tersebut. Apakah hasilnya sudah mendekati seperti yang telah diajarkan kepadanya atau belum. Ada perubahan hasil dari sebelum ditransfer pengetahuan dengan setelahnya.

Referensi

Szulanski, G. (1996) :  Exploring internal  stickness: Impediments to the transfer of best practice within the firm.

O’Dell, C. dan Grayson, C. J. (1998) : If  Only We Knew What We Know: Identification and Transfer of Internal Best Practices.

Osterloh, M. dan Frey, B. S. (2000) : Motivation, Knowledge Transfer, and Organizational Forms.

About these ads

2 thoughts on “Transfer Pengetahuan Tasit

  1. teh Tika.. luar biasa, rajin sekali menulis..
    transfer pengetahuan bisa juga dilakukan dengan mengikuti seminar2 ilmiah :)
    keep writing teh :)

    • huaaah, ada ahlinya manajemen pengetahuan mampir *malu mode on*

      umm, itu pujian atau apa hayooo? :p
      Saya sering lho buka2 blog kalian (blog berdua soalnya). Keren euy. Saya mah blm ada apa-apanya.
      In, kasih masukan dooong, terutama tulisan2 teteh ttg manajemen pengetahuan. Newbie soalnya :)

      hatur tengkyu ya, Jeng…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s