Definisi Pengetahuan Tasit dan Eksplisit

Belajar Bekam Gratis dalam Rangka Gerakan 1 Keluarga 1 Tenaga Bekam

km1002.blogspot.com

Di era pengetahuan saat ini, pengetahuan mempunyai peranan yang sangat penting. Pengetahuan yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lainnya karena pengetahuan, terutama (pengetahuan tasit) PT, sulit untuk ditiru dan yang menentukan bisa tidaknya suatu organisasi memenangkan persaingan. Pengetahuan tiap individu dalam organisasi akan membentuk pengetahuan organisasi yang bisa menghasilkan kompetensi organisasi. BMW tetap mempekerjakan tenaga-tanaga teknisi terdidik dari Jerman, ketika semua produsen mobil beramai-ramai menggunakan robot. Hal ini disebabkan sistem pendidikan di Jerman memberikan bekal dasar-dasar teknis yang kuat. Keahlian teknisi itu akan sulit disaingi oleh teknisi didikan luar Jerman.

Pengetahuan dalam suatu organisasi dari perspektif sistem informasi terdiri dari pengetahuan tasit (PT) dan pengetahuan eksplisit (PE). Pengetahuan tasit adalah pengetahuan yang tidak dapat disentuh secara fisik, sulit diterjemahkan dalam bentuk bahasa dan sulit untuk dipelajari oleh orang lain. Contohnya adalah kemampuan seorang pembatik dalam membuat motif-motif batik baru atau kepandaiannya memainkan canting. Sedangkan PE adalah pengetahuan yang dapat ditemukan secara fisik, mudah dikomunikasikan dan mudah dipelajari orang lain. Misalnya pengetahuan tentang motif batik yang ada di buku.

Ada banyak istilah lain yang digunakan untuk kedua jenis pengetahuan tersebut. Pengetahuan tasit kadang disebut juga dengan pengetahuan mengenai know-how, soft knowledge atau informal knowledge. Sedangkan pengetahuan eksplisit disebut juga sebagai pengetahuan mengenai know-whathard knowledge atau formal knowledge.

Berikut adalah beberapa definisi dari pengetahuan tasit dan eksplisit.

No

Sumber

Definisi

1. Conklin (1996)

Pengetahuan formal adalah pengetahuan yang dapat ditemukan dalam buku, manual dan dokumen, dan yang dapat dengan mudah dibagi dalam kursus pelatihan.

Pengetahuan informal digambarkan sebagai pengetahuan yang diterapkan dalam proses penciptaan pengetahuan formal

2. Rulke, Zaheer dan Anderson (1998) Berfokus pada organisasi.

Pengetahuan transaktif (pengetahuan tentang diri organisasi- mengetahui apa yang diketahui) dan sumber pengetahuan (mengetahui siapa mengetahui apa)

3. Polanyi (1967)

Pengetahuan tasit (PT) adalah pengetahuan yang diketahui tapi sulit untuk diungkapkan karena telah terinternallisasi dalam pikiran bawah sadar. PT menunjukkan tingkat pemahaman yang tidak dapat dieksplisitkan karena tidak dapat diakses ke alam sadar. Secara sederhana, “we know more than we can tell

4. Nonaka (1991)

PT sulit diformalkan dan dikomunikasikan dengan orang lain. PT merupakan akar dari tindakan dan komitmen individu pada konteks tertentu. Misalnya pengrajin atau profesional, teknologi atau pasar produk atau kegiatan kerja tim atau kelompok..

PT mengandung sebagian jenis keterampilan teknis yaitu keterampilan informal, hard-to-pin-down yang diistilahkan dengan “know-how

5. Hildreth dan Kimble (2002) Hard-knowledgeadalah pengetahuan yang dapat dikodifikasi. Ada banyak alat dan teknik untuk memenejnya.

Soft-knowledge adalah pengetahuan yang sulit dikuantitaskan, ditangkap dan disimpan.

6. Choo (1998)

PT didistribusikan dalam totalitas pengalaman tindakan individu dan mengandalkan isyarat sentuhan oleh tubuh manusia ketika berinteraksi dengan lingkungan.

7. Stenmark (2000)

PT adalah pengetahuan yang sulit disebutkan dan hanya berada pada tangan dan pikiran seseorang dan memanifestasikannya (menunjukkan) pada suatu tindakan

Beberapa peneliti di atas memberikan definisi yang secara tegas membedakan antara pengetahuan tasit dan eksplisit. Namun ada juga yang tidak membedakannya namun merupakan rangkaian kesatuan. Diantaranya:

Pengetahuan berada dalam suatu spektrum. Salah satu titik ekstrim berupa pengetahuan tasit secara utuh sedangkan pada titik lainnya berupa pengetahuan eksplisit. Pengetahuan tasit berupa pengalaman subjektif dan dibentuk “disini dan saat ini”, sedangkan pengetahuan eksplisit bersifat objektif, rasional dan dibentuk “kemudian dan di sana”. Kebanyakan pengetahuan berada di antara kedua titik ekstrim ini (Leonard dan Sensiper, 1998).

Pengetahuan organisasi yang merupakan “kompetensi   inti” tidak sekedar yaitu pengetahuan eksplisit yang dapat dibagikan. Kompetensi inti membutuhkan   “know-how” yaitu kemampuan untuk   melakukan “know-what“. Namun Know-how juga dapat memiliki komponen   eksplisit. Misalnya: prosedur merupakan bentuk kodifikasi dari know-how yang menuntun orang bagaimana melakukan suatu pekerjaan (Brown dan Duguid, 1998: 91).

Belajar Bekam Gratis dalam Rangka Gerakan 1 Keluarga 1 Tenaga Bekam

Referensi:

1. Hildreth, P. M. dan Kimble, C. (2002) : The Duality of Knowledge.

2. Kay, J. (1993) : The Structure of Strategy

3. Nonaka, I.  (1991): The knowledge creating company.

4. Prahalad, C. K., dan Hamel, G. (1990) : The Core Competence of Corporation

5. Stenmark, D. (2000) : Turning Tacit Knowledge Tangible.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s