Tidak sekedar membaca

sebenernya saya sudah punya beberapa ide tulisan yang lebih ilmiah (pembahasan menggunakan referensi dan sedikit googling), tapi aktifitas download, baca dan tulis paper untuk tesis membuat saya harus puas dengan memasukkannya dulu ke dalam listing lintasan ide saya.

Sekarang saya banyak nulis yang kategorinya “My diary”, karena hanya menuliskan apa yang saya rasakan atau terlintas. Hitung-hitung mendokumentasikan pengetahuan tasit🙂

Kali ini saya ingin membahas tentang aktifitas membaca.  Membaca di sini adalah bacaan yang kategorinya “agak berat” seperti artikel maupun karya ilmiah.

Persiapan sebelum membaca adalah tetapkan tujuan membaca. Apakah sekedar ingin tahu atau ingin menggunakannya sebagai referensi. Jika sekedar ingin tahu, maka siapkan pertanyaan 5W + 1H. Tapi jika ingin menjadikannya referensi, maka perlu ditambah dengan menggunakan perspektif penulis agar ketika membaca ada “keterikatan batin” alias nyambung. Misalnya tulisan ilmiah tentang pengaruh musik mozart terhadap kecerdasan parsial siswa SD (insya Alloh akan saya bahas dalam blog ini). Pertanyaan yang kita ajukan diantaranya bagaimana metode penelitiannya? siapa yang mereka jadikan objek penelitian? dan seterusnya. Selama membaca, jangan lupa untuk menandai bagian-bagian menarik dari tulisan itu. Bisa dengan menambahkan note atau memberi garis bawah pada tulisan itu.

Selesai membaca,  endapkan dan akhiri perspektif penulis. Selanjutnya adalah lakukan evaluasi terhadap tulisan tersebut dari perspektif disiplin ilmu yang sama dan dari perspektif yang berbeda.  Dari contoh di atas, pertanyaan yang bisa kita ajukan adalah bagaimana jika ditinjau dari ilmu otak atau neuroscience?

Terakhir yang perlu kita lakukan adalah menyimpulkan esensi atau inti yang ingin disampaikan oleh penulis. Bagi saya, yang cukup berat adalah bagian ini.  Sehingga untuk mendapatkannya, saya harus mereview kembali tulisan tersebut dan mengevaluasi dari berbagai perspectif. Misalnya karya ilmiah Zahman Framework. Tulisan itu menyampaikan framework yang digunakan untuk membuat suatu arsitektur enterprise. Menurut saya, esensi yang ingin Beliau sampaikan adalah ke-holistik-an ketika membangun sebuah arsitektur enterprise karena framework itu melibatkan berbagai perspektif yang terlibat dalam sebuah enterprise.

Ummm, saya masih harus belajar dalam hal ini. Barangkali ada teman-teman yang ingin berbagi tips. Monggo…

2 thoughts on “Tidak sekedar membaca

  1. keren kak… makasih atas saran na.. slma ini saya sering membaca, tetapi selalu saja apa yang saya baja mudah lupa… kira2 knpa ya?

    • secara umum, ilmu akan diingat ketika kita terapkan dan mengajarkannya kepada orang lain😀

      klo dalam agama Islam, ada beberapa “pantangan” buat penuntut ilmu. Diantaranya adalah menghindari perbuatan maksiat dan makanan haram. Insya Alloh, ilmu akan mudah diserap dan diingat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s