Berburu dan Manajemen Referensi

Awalnya, metode yang saya lakukan untuk mengumpulkan referensi berupa karya tulis (paper) dari jurnal-jurnal adalah:

1. Memasukkan kata kunci terkait tema yang akan saya tulis pada mesin pencari. Yang biasa saya pakai ada Google dan Openpdf. Openpdf jadi pilihan karena terkadang paper yang berbayar bisa didownload gratis di situs ini. Google Scholar jarang saya pakai, karena biasanya hasil pencarian dengan rating tertinggi (baca: cite tertinggi) ditampilkan hasilnya pada Google.

2. Men-download semua paper yang kira-kira akan saya butuhkan ke dalam folder yang saya beri judul tanggal download.

3. Setelah selesai, saya baru memilah-milah mana yang paling saya butuhkan dan memasukkannya ke dalam folder referensi.

Cara ini teramat sangat tidak efektif🙂 saya tidak efisien. Karena setelah mendownload, saya harus membuka ulang paper-paper tersebut, membacanya satu persatu. Apalagi jika men-download-nya di kampus, dimana kampus saya berlangganan beberapa jurnal internasional, bisa-bisa semua yang ada kata kuncinya saya download. Ini yang sering menyebabkan penyakit males kambuh. Diawali dengan mata lelah, pusing, rasa eneg dan mual (lebay banget yak!) membaca sekian banyak paper. Oya, untuk scaning paper secara cepat, baca bagian abstrak, bisa ditambah dengan membaca metode dan kesimpulannya. Setelah mereka lolos masuk folder referensi, maka saya harus bolak-balik membuka paper-paper itu satu persatu ketika menulis karena terkadang ada yang melintas di luar dari yang sedang dikerjakan.

Karena cara di atas bikin saya males, maka langkah kedua saya ubah sedikit. Ketika men-download, langsung saya masukkan ke dalam folder sesuai dengan kata kunci hal-hal terkait dengan tema tersebut. Misalnya tema penelitian saya tentang manajemen pengetahuan tasit, maka yang terkait dengan itu antara lain proses pembentukan pengetahuan tasit, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan lain-lain. Lalu di dalam folder tersebut saya buat sub-folder lagi yaitu: Kali aja, berisi paper-paper yang saya masih ragu apakah paper itu berguna atau tidak, biasanya berkaitan secara tidak langsung dengan tema penelitian saya. Isi dari folder Kali aja akan saya baca lagi secara lebih teliti dan menyeluruh. Jika paper tersebut secara keseluruhan benar-benar mendukung penelitian saya maka akan saya masukkan ke dalam folder Pake. Selain itu ada folder Dosen, folder ini berisi paper-paper dari folder Pake yang masih ‘bersih’, belum saya beri garis bawah atau note tertentu karena dosen pembimbing minta agar referensi yang saya gunakan di-emailkan ke Beliau🙂. Jika saya merasa landasan teori sudah cukup, maka nama folder kata kunci akan saya tambahi ‘Fin‘ (disingkat dari finish :)) di depannya. Oya, ada juga folder ‘Ref‘ singkatan dari referensi. Ini berisi paper-paper yang saya gunakan ketika menyusun proposal penelitian dan folder ‘Ga Dipake‘ untuk menampung paper yang sama sekali tidak bisa saya jadikan rujukan tapi sayang kalau dibuang. Kali aja bermanfaat di masa yang akan datang. Metode kedua ini pun terasa tidak menyenangkan. Karena penelitian yang akan saya lakukan adalah sesuatu yang baru bagi saya, sehingga saya sering bingung sendiri dengan paper yang saya baca. Karena informasi yang saya peroleh begitu banyak dan beragam sementara saya belum punya pengetahuan dasarnya.

Akhirnya, sampailah saya ke metode terakhir (thank You, Alloh). Paper dari folder Pake saya baca secara lebih detail. Ketika saya menemukan sesuatu yang menarik dari paper tersebut, saya liat bagian referensinya dan mencarinya. Metode ini membantu saya untuk mengembangkan pemahaman saya secara bertahap dan tidak overloaded pengetahuan dari paper yang saya baca.

Barangkali ada yang punya pengalaman atau tips lain seputar ini, silahkan dibagi. Sharing is caring, bukan?🙂

2 thoughts on “Berburu dan Manajemen Referensi

  1. cara yg mungkin lebih efisien lagi: install google desktop dan biarkan dia meng-crawling semua dokumen isi harddisk loe. mau cari dokumen? tinggal tekan shift 2 kali. ^_^

    • Huaaa. Sang Master berkunjung. Malu mode on nie.

      Thanks, Brader. Itu top bgt untuk urusan file2nya. klo untuk pengembangan pemahamannya, ada masukkan kah?

      oya, klo sempat, tolong koreksi semua tulisan kategori sistem informasi, Ky😀

      tengkyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s