Kereta Api Ekonomi

Ketika memilih jenis transportasi yang akan digunakan saat bepergian, pertimbangan saya hanya satu: kemudahan melakukan sholat. Saya benar-benar akan memperhitungkan waktu sholat dan kemungkinan-kemungkinan bagaimana mengerjakannya. Setelah itu baru masalah biaya. Bagaimana pun, ini termasuk hal penting yang perlu dipertimbangkan anak kos yang masih 80% mengandalkan uang beasiswa. He…

Jika bepergian di dalam pulau Jawa, saya memilih menggunakan kereta api. Dari Bandung ke Yogyakarta, saya memilih menggunakan KA ekonomi Pasundan Rp 24.000 berangkat pukul 06.10 WIB dan sampai Yogya pukul 15.37 WIB. Memilih kereta ini karena stasiun pemberangkatan pertama adalah dari Bandung, insya Alloh pasti akan dapat tempat duduk. Apalagi jika membeli tiket sebelum hari keberangkatan. Dengan kereta ini, sholat bisa di-jamak takhir pada waktu ashar, dikerjakan di Yogya atau bisa sholat di atas kereta jika ingin jamak takdhim. Tapi jika dari Yogya ke Bandung, saya memilih naik kereta bisnis Lodaya malam. Rp 110.000, jika jum’at-minggu Rp 120.000. Berangkat pukul 21.27 dan sampai di stasiun Hall pukul 05.09 WIB sehingga memungkinkan kita sholat subuh (ga bisa dijamak atau diqoshor lho) di atas kereta maupun sesampainya di Bandung. Saya tidak menggunakan kereta ekonomi karena kereta yang lewat Yogya, berangkatnya dari Surabaya atau Solo. Sangat kecil kemungkinan untuk mendapatkan tempat duduk. Saya juga tidak memilih kereta eksekutif karena kereta eksekutif dan bisnis dalam satu rangkaian. Jadi PASTI akan sampai bersamaan🙂, lagi pula perjalanan malam tidak terlalu membutuhkan AC selama perjalanan. Paling yang membedakan adalah kualitas kursinya. Alhamdulillah, saya termasuk orang yang bisa tidur kapan saja, di mana saja dan dengan posisi bagaimana saja, jadi di kursi bisnis pun saya bisa tidur lelap😛. Oya, saya memilih kereta malam juga karena malam adalah waktunya istirahat, sehingga tidak merasa bersalah atau menyesal jika selama perjalanan banyak tidur.

Ada banyak hal menarik yang bisa diambil pelajaran selama dalam perjalanan menggunakan KA ekonomi.

Yang pasti tidak akan ditemui di KA kelas lain adalah para pedagang asongan yang menjajakan barang dagangnnya. Bisa dikatakan mereka adalah pengawal setia penumpang karena berada di kereta sampai hampir tiba di kota tujuan. Jika di kelas bisnis akan ada pedagang namun hanya selama kereta berhenti di salah satu stasiun. Ketika kereta berangkat, mereka akan turun. Yang pasti tidak seramai di kelas ekonomi. Dan di KA ekonomi, para pedagang akan meletakkan barang dagangannya ke atas pangkuan penumpang atau di mana pun mereka bisa meletakannya. Walaupun saat itu ada tas, atau kita sedang membaca buku, bahkan walaupun kita sedang tidur! Yang ditawarkan beragam. Mulai dari makanan, mainan anak, buku-buku, peralatan rumah tangga (alat pengupas, pembuat kripik, mesin jahit tangan, dll). Jika ingin membeli harus pandai menawar dan benar-benar memperhatikan kualitasnya. Yang menarik, setiap mainan anak yang terbuat dari plastik akan ada tulisan “made in China“-nya.

Yang selalu ada di KA ekonomi adalah pengamen. Ada yang murni ngamen, ada yang sebenarnya tukang palak. Ciri tukang palak, biasanya mereka rombongan dan meminta dengan kasar dan memaksa. Yang pernah saya rasakan adalah dalam kereta dari Jakarta menuju Yogja. Yang menghibur adalah jika pengamennya waria. Selain dandanannya super menor dan suara yang aneh, juga karena lagunya yang hampir selalu diiringi kata “wer ewer ewer”. Hihihi. Tapi sebenarnya, saya lebih berhati-hati dengan golongan ini. Entah karena kebanyakan nonton acara investigasi di tivi tentang kehidupan pada waria atau karena saya berpikir, kepada Alloh saja dia tidak takut apalagi manusia. Lho, kok bawa-bawa Alloh? Rasululloh pernah mengatakan bahwa Alloh akan melaknat laki-laki yang memang oleh Alloh ciptakan betul-betul laki-laki, tetapi dia menjadikan dirinya sebagai perempuan dan menyerupai perempuan (Hadits Riwayat Thabrani). Cara menghadapi pengamen adalah dengan pura-pura tidur atau tunjukan wajah garang Anda!

Pengemis juga ada. Jika di kereta ekonomi mereka akan meminta seperti biasanya. Ada yang mengatasnamakan sebuah pesantren, ada yang benar-benar karena keterbatasan fisiknya. Jika di kelas bisnis atau eksekutif, pengemis di luar kereta akan menggedor-gedor dinding kereta. Biasanya jumlahnya lebih banyak dari di dalam kereta dan kebanyakan adalah anak-anak usai sekolah. Jika ingin memberi, beri saja karena Alloh lebih tahu niat kita. Bila perlu, sebelum memberi, berdo’a dulu. Minta kepada Alloh agar didatangkan pengemis yang benar-benar membutuhkan uang dan agar uang yang kita berikan akan dipergunakan pengemis tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat.

Anda juga akan menemui orang-orang yang benar-benar ‘iseng’ untuk mendapatkan uang. Ada Tukang sapu yang akan menyapu di sepanjang koridor dan di bawah tempat duduk penumpang lalu meminta bayaran. Memang di kelas ekonomi itu kesadaran penumpangnya untuk tidak membuang sampah sembarangan bisa dibilang tidak ada. Bahkan ada yang membuang sampah ke luar lewat jendela. Ada tukang sapu yang marah jika tidak diberi, “Huh! Wong, harta ga dibawa mati, Kok!” Hihihi, mungkin penumpang berpikir, “Sapa suruh nyapu? Sudah ada petugas KA yang tugasnya membersihkan KA. Lagian masih muda, badan sehat. Harusnya bisa kerja dengan potensi yang dimiliki”. Lucunya, baru disapu, tidak lama kemudian ada lagi tukang sapu lainnya yang menyapu. Pekerjaan iseng lain adalah tukang semprot. Dia menyemprotkan pengharum ruangan ke tengah-tengah tempat duduk penumpang, lalu meminta bayaran. Umm, selama ini sih yang ditemui banyak keberatan dengan bau yang timbulkan. He…

Oya, satu lagi. hati-hati dengan barang bawaan Anda. Biasanya yang suka mencopet atau mencuri justru dari penumpang juga. Satu orang bertugas mengalihkan perhatian kita dengan mengajak ngobrol, yang lainnya melakukan aksi. Hati-hati meletakkan barang di samping tempat duduk dekat jendela, karena selalu ada jarak antara jendela dengan kursi yang memungkinkan tangan pencopet yang duduk di belakang Anda merogoh tas Anda.

Perjalanan menggunakan kereta akan mengajarkan kita tentang kesabaran dan beragam karakter manusia. Suara tangis anak kecil di siang bolong dengan kereta yang padat penumpang, penumpang yang merokok dengan santainya (tapi biasanya perokok akan merokok dekat pintu kereta), atau penumpang yang egois dan hobinya marah-marah. Kita bisa juga mendapatkan pelajaran tentang kebersamaan, saling menolong bahkan dapat nasehat gratis dari penumpang lainnya baik secara langsung maupun dari kisah hidupnya.

2 thoughts on “Kereta Api Ekonomi

  1. memory yang selalu melekat ketika naik KA Ekonomi adalah
    backsoundnya: siiii….nassiiiiiii…rrrammmeeeesss🙂
    kenannganku 18 thn lalu tentang kereta ekonomi jurusan jkt-yk…kala itu lempuyangan adalah tujuan utama terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s