And My Dream Comes True…

Ketika saya masih kecil dulu, jika ditanya cita-citanya apa, maka jawabannya hampir sama dengan anak-anak seusia saya; ingin menjadi presiden, dokter atau orang yang berbakti pada orang tua, bangsa dan negara🙂

Barulah sekitar kelas 5 sekolah dasar (SD) saya memiliki cita-cita ingin menjadi guru. Saya sudah berencana masuk sekolah pendidikan guru (SPG) setamat sekolah menengah pertama. Sayangnya, ketika saya tamat SD, SPG dibubarkan.

Kenapa saya ingin menjadi guru? Saat itu saya tidak tahu alasannya. Muncul begitu saja, tidak dipengaruhi oleh orang tua atau guru-guru yang mengajar saya. Entahlah. Namun, setelah umur semakin bertambah, saya menemukan alasan-alasan mengapa saya ingin menjadi guru. Alasan-alasan yang membuat semakin kuat keinginan saya diantaranya adalah:

1. Keutamaan-keutamaan yang Alloh berikan kepada para penuntut ilmu.

Hakikatnya seorang guru adalah seorang penuntut ilmu juga. Karena ia tidak akan mampu memberi jika ia tidak memiliki sesuatu. Alloh memberikan banyak keutamaan bagi para penuntut ilmu.

“Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Qur’an Al mujadalah 11)

“Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang ‘abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang.” (HR. Abu Dawud)

“…. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

“… Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya…”(HR. Muslim)

2. Menabung untuk hidup setelah mati.

Jika manusia telah meninggal maka putuslah amalnya kecuali tiga macam yaitu sedekah jariyah (yang tahan lama), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh (berakhlak baik) yang mendo’akan kedua orang tuanya. (HR. Muslim)

“Barangsiapa memberikan contoh yang baik maka baginya pahala dan pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala mereka…” (HR. Muslim).

Nah, kalo yang saya mengajar 10 orang, lalu sepuluh orang itu mengajarkan kepada 10 orang lagi, dan seterusnya, hiwaw! Berapa banyak pahala yang akan saya terima dan akan terus mengalir walau saya sudah meninggal. Hohoho.

3. Posisi strategis untuk memperbaiki bangsa.

Sebagai salah seorang anak purn. TNI-AD yang ikut berjuang mempertahankan Timor-Timur, rasa nasionalis saya begitu tinggi. Xixixi. Saya pikir seorang guru memiliki posisi strategis menentukan bagaimana bangsa ini ke depan karena tugas terbesar dunia pendidikan adalah membentuk anak bangsa yang berkarakter. Terutama guru pada tingkat pendidikan dasar mulai dari KB-SMP. Apa yang dipelajari seorang anak ketika kecil, itu sangat membekas dan akan sangat mempengaruhi bagaimana si anak ke depan.

Saya sangat sedih ketika ada seorang guru yang mengatakan ia menjadi guru (apalagi PNS) karena tugasnya tidak terlalu berat seperti dosen yang harus senantiasa meng-up date ilmunya. Sahabat, pasti beda rasa ilmu yang diterima peserta didik jika diberikan oleh seseorang yang pengetahuannya mendalam dengan yang ala kadarnya. Dan sekali lagi, tugas utama para guru di tingkat dasar adalah membentuk karakter dasar peserta didiknya.

Alasan terakhir kenapa saya ingin menjadi guru, sepertinya karena karakter saya yang senang berbagi apa yang saya miliki dan menolong siapa pun yang membutuhkan saya. Umm, sayangnya belum suka menabung karena daripada ditabung lebih baik diinvestasikan. Heuheuheu.

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat…. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya….” (HR. Muslim)

Well, itu dia beberapa alasan mengapa saya ingin menjadi guru. And… here it is! The dream comes true. Alhamdulillah, saya seorang guru sekarang! Guru di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Walau mengajarnya insya Alloh setelah lulus nanti. Namun dari sekarang saya harus sudah memiliki visi dan misi sebagai seorang guru.

Visi saya sebagai seorang guru: menghasilkan mahasiswa yang alim, cerdas dan tangguh.

Misi saya sebagai seorang guru: menghasilkan para mahasiswa yang mampu memenej pengetahuan (informasi) di mana pun dia berada.

Umm, untuk misi masih untuk sementara ini karena masih banyak sekali yang belum saya pelajari dalam dunia sistem informasi🙂

Terima kasih tak terhingga untuk para guru (ilmu agama maupun ilmu dunia) yang telah bersabar mendidik saya. Semoga Alloh memberi balasan berupa surga firdaus.

All praises to Alloh and I wanna thank You with every breath I take…

2 thoughts on “And My Dream Comes True…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s