Perempuan dan Ramadhan: Tips Menghadapinya

Ada begitu banyak keutamaan bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Diantaranya adalah dilipatgandakannya pahala yang akan diberikan Alloh SWT. Untuk itu, para sahabat perempuan, sudah sepantasnyalah kita berfokus pada peningkatan ibadah-ibadah kita pada bulan ini dan kita berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan segala keutamaannya. Kita harus benar-benar mengatur waktu sebaik mungkin agar pekerjaan rumah tangga tetap berjalan dan amalan-amalan ibadah kita tetap berjalan. Ga ada waktu deh untuk hal yang sia-sia.

Pekerjaan Rumah

1. Belanja kebutuhan pokok

Sebaiknya belanja sembako dilakukan sebelum masuk ramadhan karena harganya belum terlalu tinggi. Beli sekaligus untuk stok selama puasa dan lebaran. Untuk kebutuhan bumbu yang tahan lama, juga sebaiknya beli untuk persediaan beberapa hari agar ketika di bulan ramadhan waktu kita tidak habis di pasar.

2. Belanja untuk menyambut lebaran sebelum masuk ramadhan

Para Ibu sebaiknya menyiapkan atau membeli baju-baju dan kue-kue lebaran sejak sebelum lebaran. Selain pertimbangan harga, waktu yang dibutuhkan untuk membuat kue lebih baik dipergunakan untuk membaca Al-Qur’an. Setahu saya kue-kue kering bisa tahan sampai 2 bulan kecuali kue-kue basah, bisa dibeli menjelang lebaran.

3. Bekerjasama dengan anggota keluarga

Jika anak-anak kita sudah bisa diajak kerjasama, libatkan mereka dalam menyelesaikan pekerjaan rumah. Misalnya setiap anak bertanggung jawab terhadap peralatan makan yang digunakan (mencuci piring) atau meminta mereka untuk menyapu, dan sebagainya.

4. Masak untuk buka dan sahur

Masak lebih banyak ketika buka, sehingga sahur tinggal menghangatkan. Ini untuk mengantisipasi jika terlambat bangun sahur. Jangan lupa untuk senantiasa berdzikir selama memasak.

Ketika Haid

Tetap lakukan aktifitas ibadah selain shalat dan puasa: dzikir, sedekah, baca dan tadabur Qur’an. Jika memungkinkan, menambah hafalan Qur’an. Oya, tentang membaca al-Qur’an tidak ada perbedaan pendapat ulama dalam hal ini bahwa perempuan haid boleh membacanya. Untuk memegangnya terjadi perbedaan pendapat, ada yang mengatakan jika Al Qur’an itu merupakan Al-Qur’an dan terjemahannya maka diperbolehkan memegangnya, namun jika seluruhnya berisi tulisan arab, maka dilarang menyentuhnya.

Jika Hamil atau Menyusui

Ada keringan bagi perempuan yang sedang hamil atau menyusui. Kalau saya menyarankan, Sahabat tetap niatkan untuk menjalankan puasa, jika ternyata di tengah jalan tidak kuat atau berefek bagi bayi maka berbukalah. Dicoba dulu karena demi Alloh, keutamaan bulan ini tidak akan kita dapatkan di bulan ini. Jangan langsung berniat untuk tidak berpuasa selama 1 bulan. Bisa jadi, hari ini kita tidak mampu, tapi Alloh beri kekuatan hingga kita mampu berpuasa besoknya.

Sahabat bisa menyiapkan asi dalam botol susu dan juga makanan pendamping bayi jika sudah memungkinkan.

well, ada yang mo nambahin? Mangga, mangga….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s