Tips Menjawab Dosen Pembimbing

Saya bisa melihat asal pengunjung blog ini. Tidak detail, tapi ada keterangan pemberi referensi blog ini. Misalnya apakah dari facebook, mesin pencari atau blog lain. Jika dari mesin pencari, saya pun dapat mengetahui kata kunci yang digunakan. Nah, ada kata kunci yang tidak biasa kemarin: ‘tips menjawab pertanyaan dosen pembimbing’.

Ini sesuatu yang unik bagi saya. Saya bertanya-tanya, apa yang mendorongnya hingga googling untuk mengetahui cara menjawab pertanyaan dosen pembimbing. Biasanya kita googling sesuatu karena kita ingin mengetahui atau memantapkan sesuatu terkait kata kunci yang kita masukkan. Ada kekhawatiran atau ketidak-percaya dirian akan sesuatu itu. Misalnya saya ingin tahu tentang manajemen proyek dan perubahan, maka saya googling dengan memasukkan kata kunci ‘manajemen proyek dan perubahan’. Atau bisa jadi saya sudah mengetahui tentang itu, namun saya merasa masih kurang jika untuk mengajarkannya hingga perlu menambah bahan bacaan saya terkait hal itu.

Biasanya yang dilakukan mahasiswa ketika bimbingan dengan seorang dosen adalah mengetahui karakter dan bagaimana cara berinteraksi yang bersangkutan. Ada dosen yang cara membimbing dengan memberikan petunjuk (clue)-nya saja, ada yang memberikan instruksi detail apa yang harus dilakukan mahasiswa. Ada yang ‘cuma’ memberi komentar di naskah laporan dan sedikit berdiskusi, namun ada juga yang menginginkan Anda menjelaskan secara panjang kali lebar tentang penelitian Anda. Ada yang memberikan pertanyaan-pertanyaan tajam, ada yang begitu teliti dan perfeksionis. Apa pun itu harus disikapi dengan positif. mind set mahasiswa harus di-setting dengan benar. Bahwa Dosen Pembimbing itu bukan musuh. Tugasnya membimbing bukan membunuh mahasiswa. Beliau itu orang yang bertugas membantu Anda menyelesaikan penelitian yang Anda lakukan walau terkadang kesannya ‘kejam’. Tapi kalau saya, saya malah bersyukur karena bisa belajar langsung dari seorang yang telah lebih dulu mempelajari topik penelitian saya atau setidaknya dari seseorang yang wawasannya lebih luas dari saya. Sesungguhnya Dosen Pembimbing menyiapkan anda untuk menghadapi dunia pasca kampus.

Pengalaman bimbingan saya dengan dosen pembimbing ketika S1 dulu (alhamdulillah yang S2 juga) begitu menyenangkan. Bahkan seingat saya, saya tidak perlu mempelajari tentang dosen tersebut. Mengalir saja. Jika ditanya apa tips untuk menjawab pertanyaan dosen pembimbing, saya pikir jawabannya cukup sederhana, yaitu Anda tahu jawaban dari pertanyaan yang diajukan Dosen Pembimbing, walau dengan kalimat, “saya belum tahu”. Bimbingan itu kan untuk mendiskusikan penelitian Anda. Dosen ingin tahu perkembangannya dengan menanyai Anda. Jika tidak tahu, katakan saja. Karena jika mencoba menjawab pun, biasanya jawabannya muter-muter ga jelas. Malah bikin pusing dosen pembimbing. Jadi, benar-benar siapkan diri Anda sebelum berdiskusi dengan Dosen Pembimbing Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s