Sholatnya Seorang Wanita

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepada seorang wanita :
“Shalat di kamarmu lebih utama daripada shalat di rumahmu. Shalat di rumahmu lebih utama daripada shalat di masjid kaummu” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Hadits di atas menunjukkan bahwa lebih baik bagi seorang wanita untuk sholat di rumahnya. Namun, jika pun ingin shalat di masjid, tidak dilarang.

“Apabila wanita (istri) salah seorang darikalian meminta izin untuk ke masjid maka janganlah ia mencegahnya.” (HR. Bukhari 2/347 dalamFathul Bari, Muslim 442, dan Nasa’i 2/42)


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang wanita ketika sholat di masjid:

1. Sebaik-baik shaf seorang wanita adalah pada barisan belakang. Hal ini karena semakin jauh jarak dengan shaf laki-laki, mka akan semakin terpelihara kehormatannya dan terjaga dari maksiat. Kecuali, jika ada pembatasnya seperti tabir yang tinggi atau tembok, maka sebaik-baik shaf adalah yang paling depan (Fatawa Ash-Shiyam, Syaikh Abdullah Al-Jibrin, hal. 94)

2.  Shaf wanita dimulai dari bagian tengah, sejajar dengan posisi imam.

3. Merapikan dan meluruskan shaf

Meluruskan dan merapatkan shaf pada waktu shalat berjamaah, karena hal tersebut termasuk kesempurnaan shalat sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم« سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ »
Dari Anas ra, Rosulullah bersabda: “Luruskan shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan shalat.” (HR. Bukhori Muslim)

عن أنس بن مالك : عن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال “رصوا صفوفكم وقاربوا بينها وحاذوا بالأعناق فوالذي نفسي بيده إني لأرى الشيطان يدخل من خلل الصف كأنه الحذف” . قال الشيخ الألباني : صحيح
Dari Anas bin Malik ra, Rosulullah bersabda: “Luruskan shaf-shaf kalian, dekatkan jarak antaranya, dan sejajarkan bahu-bahu kalian! Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf seperti anak kambing.” (HR: Abu Dawud, Ahmad dan lainnya, dishohihkan oleh Imam Al-Albani)

عنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ « أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّى أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِى وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ »
Dari Anas bin Malik ra, Rosulullah bersabda: “Luruskan shaf kalian! Dan salah satu dari kami menempelkan bahunya pada bahu temannya dan kakinya pada kaki temannya.” (HR. Bukhari)

Seringkali kita melihat shaf bagian wanita tidak rapat. Terutama bagi mereka yang menggunakan sajadah. Yang mereka lakukan adalah merapatkan sajadahnya. Bagaimana jika sajadah kita masing-masing lebarnya 2 meter? Padahal yang terpenting adalah merapatkan bahu dengan bahu dan kaki dengan kaki. Kaki dengan kaki pun perlu diperhatikan. Membuka kaki adalah tidak berlebihan, cukup selebar bahu. Karena terkadang saya temui orang yang kemudian melebarkan kakinya secara berlebihan. Hasilnya ketika bangkit dari sujud, shaf itu menjadi tidak rapat.

Rosulullah SAW pun kadang-kadang berjalan di antara shaf-shaf sahabat untuk meluruskannya dengan tangannya yang mulia dari shaf yang pertama sampai terakhir. Ketika manusia semakin banyak di masa khilafah Umar bin Khaththab, Umar pun memerintahkan seseorang untuk meluruskan shaf apabila telah dikumandangkan iqamah. Apabila orang yang ditugaskan tersebut telah datang dan mengatakan, “Shaf telah lurus” maka Khalifah Umar pun bertakbir untuk memulai shalat berjamaah. Demikian juga hal ini dilakukan oleh Utsman bin Affan ketika menjadi khalifah.

Bahkan kita diizinkan bergerak ketika sholat untuk merapatkan shaf. Misalnya ada salah satu jama’ah yang wudhunya batal di tengah-tengah sholat, lalu dia keluar untuk berwudhu, maka kita merapatkan shaf dengan melangkah selangkah demi selangkah. Siapa yang harus bergerak? Ke arah tengah, sejajar dimana imam berdiri.

Meletakkan sutroh

Seorang wanita hendaknya meletakkan sesuatu di depannya ketika sholat sebagai penanda batasan tempat sholat. Letakkanlah seperti tas,  tidak sekedar meletakkan pena di hadapannya, karena benda begitu kecil hingga terkadang orang kurang menyadari bahwa itu pembatas.

Nah, bagi kita yang hendak lewat di depan orang yang tengah sholat, maka perhatikan posisi sutroh tersebut. Usahakan untuk tidak melangkahinya (misalnya tas) karena bisa jadi di dalamnya ada Al Qur’an. Tapi berjalanlah di belakang sutroh.

Namun, jika sholat berjama’ah, sutroh merupakan tanggungan imam. Jika ada makmun yang akan lewat di depan makmum lainnya tidak mengapa, tidak perlu menolaknya.

Dari Abdullah bin ‘Abbas, dia berkata: “Aku datang mengendarai keledai betina, waktu itu aku hampir baligh, ketika Rasulullah n melakukan shalat dengan orang banyak di Mina tanpa menghadap tembok. Lalu aku melewati depan sebagian shaf, lalu aku turun dan melepaskan keledai itu merumput. Dan aku masuk ke dalam shaf, tidak ada seorangpun yang mengingkariku”. (HR. Bukhari, no. 493; Muslim, no. 504)


Jika imamnya adalah perempuan

Apabila kaum wanita melaksanakan shalat berjama’ah yang diimami oleh seorang wanita maka sebagian ulama memandang baik, hal ini berdasarkan beberapa riwayat diantaranya riwayat dari Raithah Al Hanafiyah :

“Bahwasanya Aisyah pernah mengimami wanita-wanita pada salah satu shalat wajib, dan beliau berdiri di antara mereka” (HR. Daraquthni)

Diriwayatkan daripada Ummu Salamah رضي الله عنها:

“Bahwasanya beliau (Ummu Salamah, istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam) mengimami para wanita; beliau berdiri di tengah (shaf)” (HR. Abdur Razzaq dan Al Baihaqi)

Berkata Syeikh Jibrin hafizahullah: “Ada pun shalat berjama’ah bagi wanita maka hal tersebut tidak mengapa dan bagi wanita yang memimpin shalat tersebut berdiri di shaf makmum, namun mereka tidak mendapatkan keutamaan shalat berjama’ah sebagaimana yang diperolehi oleh kaum lelaki yang melaksanakan di masjid, dan tidak dibenarkan bagi seorang lelaki untuk meninggalkan shalat berjama’ah di masjid dengan alasan akan melaksanakannya secara berjama’ah di rumahnya bersama-sama dengan keluarga atau kaum wanita kerana mendatangi masjid untuk melaksanakan shalat fardhu adalah wajib bagi lelaki.” (Lihat Fatawa Islamiyah 1:363)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s