Catatan Cinta

Apa yang dilakukan seorang pecinta?

Dia akan melindungi orang yang dicintainya dari gangguan sekecil apapun. Dia berusaha menghilangkan segala hal yang menyusahkan hati yang dicintainya. Apa pun akan dilakukannya, walau harus mengorbankan nyawanya.

Apa yang dilakukan seorang pecinta?

Dia akan senantiasa mengawasi orang yang dicintainya. Dia selalu ingin berdekatan dengan yang dicintainya karena dia takut kehilangan dan dia akan cemburu jika ada orang lain yang merenggut perhatian orang yang dicintainya darinya.

Apa yang dilakukan seorang pecinta?

Dia akan senantiasa memaafkan. Jika yang dicintainya melakukan kesalahan sebesar gunung, maka pecinta akan memaafkannya karena dia mempunyai maaf seluas langit dan bumi. Jika yang dicintainya membuat hatinya terluka, mengkhianati cintanya, seorang pecinta akan melupakan luka itu dan tetap memberikan senyuman terindah karena hatinya seluas samudera.

Apa yang dilakukan seorang pecinta?

Dia akan senantiasa memberi. Dia akan berusaha memenuhi semua kebutuhan yang dicintainya dengan hal-hal terbaik, tanpa mengharapakan balasan dari yang dicintainya, walau sekedar kata, “terima kasih”.

Jika Pecinta itu adalah Alloh…

Betapa cinta Alloh hingga sangat menginginkan kita selamat dari neraka. Tidak ada yang paling menginginkan seseorang masuk surga selain Alloh.

Betapa cinta Alloh hingga senantiasa mengawasi hamba-Nya agar tidak jatuh pada perbuatan maksiat.

Betapa cinta Alloh hingga setiap makhluk dicukupi kebutuhannya. Seorang manusia sejak dari dalam kandungan hingga dia menghembuskan nafas terakhir.

Betapa cinta Alloh hingga akan memaafkan sebesar apapun dosa hamba-hamba-Nya.

“Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu…” (QS. Al Ankabut (29): 33)

Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang yang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah, yaitu jika orang mukmin melakukan apa yang diharamkan.” (Shahih Muslim No.4959)

Bahwa Nabi saw. bersabda: “Di antara umat sebelum kamu sekalian terdapat seorang lelaki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Lalu dia bertanya tentang penduduk bumi yang paling berilmu, kemudian dia ditunjukkan kepada seorang pendeta. Dia pun mendatangi pendeta tersebut dan mengatakan, bahwa dia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah tobatnya akan diterima? Pendeta itu menjawab: Tidak! Lalu dibunuhnyalah pendeta itu sehingga melengkapi seratus pembunuhan. Kemudian dia bertanya lagi tentang penduduk bumi yang paling berilmu lalu ditunjukkan kepada seorang alim yang segera dikatakan kepadnya bahwa ia telah membunuh seratus jiwa, apakah tobatnya akan diterima? Orang alim itu menjawab: Ya, dan siapakah yang dapat menghalangi tobat seseorang! Pergilah ke negeri Anu dan Anu karena di sana terdapat kaum yang selalu beribadah kepada Allah lalu sembahlah Allah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu karena negerimu itu negeri yang penuh dengan kejahatan! Orang itu pun lalu berangkat, sampai ketika ia telah mencapai setengah perjalanan datanglah maut menjemputnya. Berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat azab mengenainya. Malaikat rahmat berkata: Dia datang dalam keadaan bertobat dan menghadap sepenuh hati kepada Allah. Malaikat azab berkata: Dia belum pernah melakukan satu perbuatan baik pun. Lalu datanglah seorang malaikat yang menjelma sebagai manusia menghampiri mereka yang segera mereka angkat sebagai penengah. Ia berkata: Ukurlah jarak antara dua negeri itu, ke negeri mana ia lebih dekat, maka ia menjadi miliknya. Lalu mereka pun mengukurnya dan mendapatkan orang itu lebih dekat ke negeri yang akan dituju sehingga diambillah ia oleh malaikat rahmat.” (Shahih Muslim No.4967)

“Rabb kita Azza Wa Jalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir, lalu Allah swt berfirman, Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku pasti Aku kabulkan. Barangsiapa yang memohon kepada-Ku pasti Aku beri dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni.” (HR. Muslim)

Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu lengan, dan barang siapa mendekat kepada-Ku satu lengan maka Aku akan mendekat kepadanya dua lengan, dan jika ia menghadap kepada-Ku dengan berjalan maka Aku akan menemuinya dengan berlari”. (HR. Muslim, juga Bukhari dengan lafazh yang sama)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al Baqarah (2): 186)

23 Ramadhan 1431, Masjid Salman ITB

Di kala menyadari hati mulai berpaling dari cinta hakiki

2 thoughts on “Catatan Cinta

  1. Asli ukh! saya harus googling dulu, nyari tau si anna alfathunnisa teh siapa😀
    maklum, ga punya TV dan ga terlalu suka novel. ternyata eh ternyata…

    saya mah ga secantik dia, ga sepinter dia ilmu agamanya, ga sebaik dia nasabnya dan ga sefasih dia bahasa arabnya. huhuhu.

    anti mah ketinggian bandinginnya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s