Negara-negara yang Ingin Saya Kunjungi

1. Mekah dan Madinah

Ingin napak tilas perjalanan hidup Rasululloh dan para sahabat. Ingin sholat di 2 masjid utama umat Islam dimana pahalanya beribu kali lipat dibandingkan sholat di masjid lainnya.




2. Palestina dan Mesir

Saya ingin lihat secara langsung Al Aqsha meski dari kejauhan, penduduk Palestina dan kehidupan mereka. Terutama ingin mengetahui metode yang Hamas gunakan untuk mencetak para penghafal Al Qur’an.

Kalau ke Mesir, aslinya saya ingin melihat, gimana sih negeri yang menggemaskan (atau menjengkelkan?) itu? Saya ingin membandingkan ke dua negara tersebut. Soalnya saya gemes banget dengan Mesir, sekarang seperti tidak ada taring dalam kehidupan masyarakat dunia. Sama sekali bukan negara yang ditakuti. Padahal, dulu Mesir adalah negara pertama yang berani mengakui kemerdekaan RI dan pemimpinnya menyumbangkan hartanya dalam jumlah yang besar untuk Indonesia. Belum lagi dengan  adanya pergerakan Ikhwanul Muslim yang disegani oleh negara-negara Barat. Sekarang kok cemen, seh?! Sigh…


3. Turki dan Irak

Ingin melihat langsung negara yang dipimpin oleh pemimpin-pemimpin kharimastik dan berkarakter. Kali aja bisa sekalian ketemu orang nomor satu negara-negara tersebut secara langsung. Heuheu.

Well, PM Erdogan adalah seorang pebisnis yang sukses, yang pastinya kemakmuran melekat padanya. Akan sulit kita temui wilayah kumuh di Turki.

Bagaimana sikapnya terhadap Simon Peres di forum internasional, bagaimana keputusannya mengirim bantuan ke Palestina untuk menembus blokade Israel, dan seterusnya, menunjukkan bahwa diri dan negaranya tidak akan mudah dipengaruhi oleh pihak manapun.

Presiden Iran Mahmoud Ahmad Dinejad ga jauh beda. Beliau adalah seorang Doktor di bidang tata kota. Begitu Beliau jadi presiden, masalah macet di ibukota negara pun selesai. Sepak terjang luar biasa.

“Jika nuklir itu sebuah kejahatan, mengapa Barat sepanjang tahun memproduksinya. Namun, jika nuklir itu sebuah kebaikan, mengapa pula kami dilarang untuk memilikinya?”

Beliau juga mengadakan konferensi internasional untuk mengungkap kebohongan peristiwa Holocoust

Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”

Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”

Kedua pemimpin ini sangat menyadari posisi strategis negara mereka. Apakah pemimpin Indonesia menyadari posisi strategis dan potensi negeri ini?



4. Jepang

Nah, ini negara yang sangat saya idam-idamkan sejak SMU. Saya ingin belajar banyak hal di Jepang terutama budayanya. Saya suka budayanya, masyrakatnya, teknologinya dan pemandangan alamnya. Saya ingin berjalan-jalan di bawah pohon sakura berwarna pink. Umm, jalan yang tertutupi bunga sakura pink. Ga ilmiah banget alasannya yak. He…


5. Korea

Mirip dengan alasan ke Jepang. Saya ingin ke Jepang dan Korea mungkin karena saya merasa ada kemiripan dengan kota Yogyakarta. Saya akan merasa comfort di sana.













6. Jerman

Well, ingin belajar bagaimana negara ini menjadi rujukan teknologi terbaru, tempat menuntut ilmu Pak Habibie. Sekalian menjemput Beliau agar mau tinggal di Indonesia lagi. Ah, Saya bangga dengan Bapak. Semoga segala kontribusi Bapak buat negeri ini dibalas Alloh dengan surga.



7. Spanyol

Saya ingin melihat Cordova, tempat yang sempat menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan seni budaya Islam.








Sementara, 10 tempat/negara ini yang ingin saya kunjungi. Bagaimana dengan Amerika? Well, FYI saya tidak punya keinginan ke sana. Walau pun ada Hollywood, walau saya dapat beasiswa studi ke negara itu. Anti Amerika? Nggak juga. Hanya saja saya tidak punya tujuan di sana. Well, untuk teknologi, saya lebih mereferensi ke Jerman dan Jepang. Kalau Budaya, Yogyakarta lebih pantas sebagai rujukan atau Jepang. Untuk ekonomi, saya menganut ekonomi syari’ah yang terbukti mampu mendapatkan laba di masa krisis moneter dan pastinya kalau mau belajar ekonomi syari’ah bukan ke Amerika. Bagaimana dengan belajar demokrasi? Oh, c’mon. Semua kita tahu bagaimana sikap negara yang merupakan tempat lahirnya demokratisme dan mengaku demokratis itu. Mereka sendiri tidak melakukan apa yang mereka katakan. Apa yang dilakukannya ketika kapal kemanusian yang berisi bantuan untuk Palestina digempur pasukan Israel? Nothing! Apa yang mereka lakukan terhadap perampasan wilayah Palestina? Nothing! Sigh… mereka aja ga melakukan apa yang mereka katakan. So, mo ngapain ke Amerika? So, mo ngapain ke Amerika?

4 thoughts on “Negara-negara yang Ingin Saya Kunjungi

  1. wuhehehehehehe………..
    keren mbak……….
    sayo jugo mau keliling duniaaaaaaaaaaa…………!!!!!!!!!!!!!

    tambah satu lagi klo mau mbak…di negri kita saja…

    PAPUA !!!!!!!!
    surga kecil turun ke bumi.., katanya edi kondologo……

    • Weeeh, ada orang Manokwari mampir. Apa kabar, Punk? (bahasa Papua-nya apa, dek?). Lebaran dmn?

      Umm, boleh2 ke Papua. Ntar adek jadi guide-nya yah. Tapi tiket pesawatnya lebih mahal daripada ke Singapura, je😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s