Bersungguh-sungguh (Al Jiddiyah)

Coba angkat tangan, siapa yang mempunyai resolusi, rencana target-target yang ingin dicapai pada tahun yang baru (hijriyah 1432 dan Masehi 2011)? Tapi tidak cukup sampai di situ, Saudara-saudara. Selanjutnya adalah mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan target tersebut. Tindakan dengan penuh kesungguhan dan disiplin dalam menjalankan rencana tersebut. Sekarang, kita bahas tentang kesungguhan dulu, yah.

Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti mendapat.

Sesuatu yang logis bukan, jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang terbaik maka kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkannya? Beberapa tindakan yang menunjukkan kesungguhan antara lain:

1. Segera mengerjakan (Al Fauriyah littanfidz)

Setiap pekerjaan yang datang segera direspon/dikerjakan. Sebagaimana para sahabat yang langsung membuang arak-arak yang ada di rumah mereka ketika turun ayat (QS. Al Maidah, 5:90-91) tentang haramnya arak. Para wanita Anshor segera menjadikan kain ataupun tabir-tabir yang ada di rumah mereka ketika turuh perintah berjilbab (QS. An Nuur: 31).

2. Tekad yang kuat (Quwatul Iradah)

Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sahabat yang kaya raya namun rendah hati. Suatu hari, kota Madinah heboh karena kembalinya Adurrahman bin Auf dari berdagang. Yang menghebohkan adalah Beliau kembali dengan membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 kendaraaan. ‘Aisyah r.a yang mendengar berita itu mengingatkan perkataaan Rasululloh bahwa Abdurrahman bin ‘Auf akan memasuki surga dengan perlahan-lahan. Karena keterikatan perdagangannya. Setelah itu, Abdurrahman bin Auf menginfakkan seluruh dagangannya tersebut di jalan Alloh. Semuanya dibagikan kepada warga Madinah. Beliau bertekad hanya Alloh sebagai tujuan.

3. Berkisenambungan (Mutsabarah )

Kesungguhan juga dapat dilihat dari kesinambungan kerja hingga mencapai target atau tujuan yang telah ditetapkan. Dan ketika satu tujuan atau target telah tercapai, maka segera beralih untuk menggapai target berikutnya.

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. (Al-Insyirah: 7)

4. Mengerahkan semua potensi yang dimiliki (Taskhirul Amkinah)

Potensi berupa pikiran, harta maupun jiwa. Totalitas.

5. Menghadapi segala rintangan (Mughalabatul I’dzar)

Setiap rencana yang akan kita lakukan pasti akan ada rintangan yang menghadang. Baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar diri. Menghindari rintangan tersebut berarti menghindari pencapaian target yang telah kita tetapkan. Cari solusi bagaimana mengatasi rintangan tersebut.

Syeikh Ahmad Yasin lumpuh sejak muda karena kecelakaan ketika berolah raga. Beliau bertahun-tahun berada dipenjara Israel. Akibat penyikasaan yang dialaminya, Syeikh Ahmad Yasin menderita banyak penyakit dalam, mata kirinya buta dan mata kanannya tidak dapat melihat dengan sempurna. Pendengarannya terganggu. Keterbatasan-keterbatasan fisik tidak membuatnya mundur dari memperjuangkan kemerdekaan Negeri Palestina, padahal kondisi Beliau sudah lebih dari cukup untuk menjadi alasan baginya untuk berdiam diri.

“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”, lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan”. (At-Taubah: 91 – 92)

Beliau mampu menggerakkan rakyat Palestina untuk melakukan perlawanan terhadap Zionis Israel, mempertahankan tanah air. Beliau menjadi orang yang paling ditakuti oleh Zionis Israel. Bahkan, Israel meluncurkan 3 rudal untuk membunuh seorang Syeikh yang lumpuh pada 22 Maret 2004.

So, ganbatte kudasai!!!

6 thoughts on “Bersungguh-sungguh (Al Jiddiyah)

  1. Uwiihh.. teh tika,
    abis baca buku negeri 5 menara ya? ada tulisan “Man jadda wajada”
    Betul teh,, kesungguhan sangat perlu untuk mencapai apa yang dicita2kan/diharapkan. Oleh karena itu teh.. mari kita bersungguh2 menyelesaikan gelar magister yg tinggal didepan mata😀 Ganbatte!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s