Definisi Manajemen Pengetahuan

chairas-rasyid.blogspot.com

Definisi manajemen pengetahuan (MP) sangat luas, tergantung pada perspektif yang digunakan: daur hidup MP, proses MP, keterlibatan teknologi, pengelolaan sumber daya organisasi, tujuan menerapkan MP dan sebagainya . Berikut adalah beberapa definisi manajemen pengetahuan.

No Sumber Definisi
1 CPA Journal, 1998 MP berkaitan dengan mengorganisasi dan menganalisa informasi dalam database komputer perusahaan sehingga pengetahuan ini dapat dibagi ke seluruh perusahaan, tidak mendekam di departemen dimana ia diciptakan dan tidak dapat diakses karyawan lain.
2 Bair, 1997 MP bertujuan menangkap dan menyaring pengetahuan yang benar-benar dibutuhkan karyawan dalam suatu pusat penyimpanan. Teknologi digunakan untuk  menangkap  pengetahuan yang berada  dalam benak para karyawan  sehingga  dapat dengan mudah dibagi ke seluruh bagian perusahaan.
3 O’Leary, 1998 MP perusahaan memerlukan pengelolaan sumber daya pengetahuan untuk  memudahkan akses dan penggunaan kembali pengetahuan, biasanya dengan menggunakan teknologi informasi canggih. MP bersifat formal dan pengetahuan diklasifikasikan dan dikategorikan menurut ontologi tertentu –tapi berkembang- menjadi data terstruktur dan semi terstruktur dan pengetahuan.
4 Thomas dkk, 2001 MP dilihat sebagai domain menangkap, mengatur, mengambil informasi, pembentukkan database, dokumen, bahasa query dan data mining.
5 Hannabuss, 1987 Mencari tahu bagaimana dan mengapa pengguna informasi berpikir, apakah mereka mengetahui mengenai hal-hal yang mereka ketahui, pengetahuan dan sikap yang mereka miliki dan keputusan yang mereka buat ketika saling berinteraksi.
6 Hibbard, 1997 Penggabungan pengindeksan, pencarian dan membutuhkan teknologi untuk membantu perusahaan mengelola penyimpanan data dengan berbagai sumber dan menyampaikan informasi yang relevan kepada pengguna.
7 Anthes, 1991 Kebijakan, prosedur dan teknologi yang digunakan untuk meng-update secara berkelanjutan dari jaringan database terkait
8 Gopal dan Gagnon, 1995 Identifikasi kategori pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung keseluruhan strategi bisnis, pengukuran kondisi saat ini dari pengetahuan perusahaan dan perubahan basis pengetahuan saat ini ke dalam basis pengetahuan baru yang lebih kuat dengan menghilangkan jurang pemisah pengetahuan.
9 Chorafas, 1987 Memastikan lingkungan  pengembangan dan implementasi yang lengkap dirancang untuk digunakan dalam fungsi tertentu yang membutuhkan  dukungan sistem pakar.
10 Mack dkk, 2001 Menangkap pengetahuan dan keahlian yang diciptakan oleh para pekerja  pengetahuan sehingga dapat digunakan oleh komunitas besar pekerja tersebut. Teknologi dapat mendukung tujuan-tujuan ini,  dan  portal  pengetahuan  berfungsi  sebagai alat utama untuk mendukung kerja pengetahuan.
11 Birkett, 1995 Membawa pengetahuan ke permukaan, menggabungkannya ke dalam bentuk yang dapat diakses lebih luas dan mendorong penciptaan berkelanjutannya.
12 Strapko, 1990 Memahami hubungan data; mengidentifikasi dan mendokumentasikan aturan  untuk  mengelola data, dan memastikan bahwa data yang akurat dan terintegritas dijaga.
13 Zeleny, 1987 Fasilitasi kemampuan berkoordinasi otonom dari subsistem desentralisasi yang dapat menetapkan dan menyesuaikan dengan tujuan mereka sendiri.
14 Maglitta, 1995 Pemetaan pengetahuan dan sumber informasibaik on-line dan off-line, melatih, membimbing, dan  memlengkapi  para pengguna dengan alat mengakses pengetahuan;  pengawasan berita dan informasi luar organisasi.
15 Davenport, 1994 Proses menangkap, menyebarkan dan penggunaan pengerahuan secara efektif.
16 Garvin, 1994 Membentuk, mendapatkan dan mentransfer pengetahuan dan motifikasi perilaku organisasi yang mencerminkan pengetahuan dan wawasan baru.
17 Albert, 1998 Proses mengumpulkan, mengatur, mengelompokkan dan menyebarkan informasi di seluruh bagian organisasi, sehingga bermanfaat bagi yang membutuhkannya.
18 Alavi dan Leinder, 1999 MP menunjukkan suatu proses yang sistematis dan terorganisir untuk mendapatkan, mengatur dan mengkomunikasikan pengetahuan tacit dan eksplisit karyawan sehingga karyawan lain dapat memanfaatkannya agar lebih efektif dan produktif dalam pekerjaan mereka
19 Magiltta, 1996 MP secara umum mencoba mengatur dan menyediakan know-how yang penting, dimanapun dan kapan pun ia butuhkan. Ini mencakup proses, prosedur, paten, referensi kerja, formula, “praktek terbaik”, ramalan, dan perbaikan.Teknologi, intranet, groupware, datawarehouse, jaringan, papan buletin dan konferensi video merupakan alat utama untuk menyimpan dan mendistribusikan kecerdasan ini.
20 Zuckerman dan Buell, 1998 MP adalah aplikasi strategis kumpulan pengetahuan dan know-how perusahaan untuk menambah keuntungan dan market share. Asset pengeetahuan, ide atau konsep dan know-how, dibentuk melalui pengumpulan, penyimpanan dan berbagi dan menghubungkan kelompok pengetahuan perusahaan. Teknologi canggih memungkinkan penggalian pikiran organisasi.
21 Malhotra MP menangani isu-isu kritis adaptasi, kelangsungan hidup, dan kemampuan organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan. Pada dasarnya, itu merupakan perwujudan proses organisasi yang mencari kombinasi sinergis antara kemampuan teknologi informasi dalam memproses data dan informasi dengan kemampuan kreativitas dan inovasi manusia.
22 Ellen Knapp (PWC) Seni mengubah informasi dan asset intelektual ke dalam nilai abadi bagi organisasi dan orang-orang di dalamnya.
23 Karl Wiig MP dalam organisasi harus dilihat dari 3 perspektif:

  1. Perspektif Bisnis – memfokuskan pada mengapa, di mana, dan sejauh mana organisasi harus berinvestasi  atau mengeksploitasi pengetahuan. Strategi, produk dan jasa, aliansi, akuisisi, atau divestasi harus dipertimbangkan dari sudut pandang yang berhubungan dengan pengetahuan.
  2. Perspektif Manajemen – berfokus pada menentukan, mengatur, mengarahkan, memfasilitasi, dan memantau praktik yang terkait pengetahuan  dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai strategi bisnis dan tujuan yang diinginkan.
  3. Perspektif hands-on operational – berfokus pada penerapan keahlian untuk  mengeksplisitkan pengetahuan yang berhubungan dengan pekerjaan dan tugas.
24 R. Gregory Wenig MP terdiri dari aktifitas organisasi yang berfokus pada pengumpulan pengetahuan baik dari pengalamannya sendiri maupun dari pengalaman organisasi lain, dan penerapan pengetahuan itu untuk memenuhi misi organisasi.
25 Philip C. Murray MP adalah strategi yang mengubah asset pengetahuan organisasi – rekaman informasi dan bakat anggota organisasi- ke dalam bentuk produktifitas, nilai baru dan peningkatan daya saing. MP mengajarkan perusahaan, dari manajer hingga pegawai, bagaimana menghasilkan dan mengoptimalkan keterampilan sebagai entitas kolektif.
26 Tom Davenport, 1998 MP adalah proses menangkap, menyebarkan dan menggunakan pengetahuan secara efektif.
27 Halawi, 2005 MP adalah pengelolaan sumber daya organisasi untuk menghasilkan competitive advantage berkelanjutan.
28 Gold, 2003 MP adalah kemampuan infrastruktur (teknologi, budaya dan struktur fungsional) dan proses pengetahuan utnuk meningkatkan keefektifan organisasi.

 

Referensi:

  1. Firestone, J. M. (2001) : Key Issue In Knowledge Management.
  2. Gold, A. H., Malhorta, A., dan Segars, A. H. (2001) : Knowledge Management: An Organizational Capabilities Perspective.
  3. Halawi, L. A., Eronson, J. E., dan McCarthy, R. V. (2005) : Resource-based View of Knowledge Management for Competitive Advantage.
  4. Shanker, Singh, Gupta dan Narain (2003): Strategic planning for knowledge management implementation in engineering firms.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s