KNSI-Behind The Scene

Hari pertama:

Pada saat menunggu di bandara, tiba-tiba salah satu teman saya dipanggil melalui pengeras suara untuk mengambil barangnya yang tertinggal di loket airasia. Ketika sampai di loket, petugas menanyakan apakah tas kecil teman saya terjatuh. Teman saya mengatakan tidak.

“Dompet yang berisi obat-obatan,” kata petugas.

What?! Obat-obatan?! Ditambah lagi, teman saya mengaku tidak ada yang terjatuh. Yang terpikir oleh saya saat itu adalah ada orang jahat yang mau mengkambing-hitamkan teman saya dengan memasukkan obat terlarang ke barang bawaan teman saya itu.

“Aaah, iya. Benar, Pak!” jawab  teman saya.

Ternyata tas kecil itu berisi beberapa persiapan obat yang mungkin diperlukan ketika di Medan. Karena teman saya punya penyakit, seperti alergi dingin.

Haghag. Kebanyakan nonton film, sih.

Hari kedua:

Untuk KNSI ini saya mengirimkan 2 makalah. Makalah pertama adalah tugas kelompok mata kuliah Perancangan Sistem Interaksi. Makalah ini adalah tugas yang saya dan teman-teman saya kerjakan kurang lebih 4 bulan. Jadi, ketika di kelas kami mendapatkan teori baru, maka kami lakukan eksplorasi pada studi kasus yang kami angkat dan menuliskannya. Ketika mendekati masa berakhir kuliah, kami presentasikan. Ini seperti peer-review alias review yang dilakukan oleh teman sejawat. Saat itu makalah kami sudah mencapai 50 halaman, itu pun dinilai Dosen masih banyak hal yang perlu dieksplorasi. Oya, 50 halaman tersebut harus disulap menjadi 6 halaman untuk dimasukkan ke KNSI.

Makalah kedua adalah gabungan dari 2 mata kuliah. Saat itu adalah masa-masa ujian akhir semester (UAS).  Saya harus membuat 4 makalah dalam waktu 2 minggu. Tiga makalah untuk UAS mata kuliah dan 1 untuk tugas suatu mata kuliah. Maka dipakailah pepatah ‘sekali dayung, 2-3 pulau terlampaui’. Nah, makalah kedua merupakan gabungan dari UAS mata kuliah Tata Kelola Sistem Informasi dan tugas mata kuliah Perancangan Sistem Interaksi. Dan mengerjakannya sekitar 2 hari.

Hasil review dari reviewer KNSI adalah makalah pertama lolos tanpa perbaikan sedangkan makalah kedua dengan perbaikan major. Ini masih lumayan. Karena ketika dinilai oleh Dosen mata kuliah metode penelitian, statusnya lebih parah. Makalah pertama dengan perbaikan minor, sedangkan makalah kedua tidak lolos. LOL. Namanya juga Dosen metode penelitian, sekilas saja Beliau bisa menilai makalah saya yang SKS itu. Karena kami didik untuk banyak membaca referensi sebelum menuliskan atau menyimpulkan sesuatu. Saat itu Beliau mengatakan, “ini belum matang. Jika dipresentasikan sekarang, idenya bisa dicuri orang lain. Belajar untuk menahan diri, ya.” Saat itu saya pikir ini hanyalah cara halus Beliau untuk menyatakan makalah saya tidak layak. Saya terima masukan Beliau. Sadar diri githu😛. Akhirnya, makalah yang akan dipresentasikan hanya makalah pertama dan pastinya dengan perbaikan. Sebelum revisi dikirimkan kepada panitia, kami bolak-balik mengkonsultasikan dengan Beliau.

Ketika mendapatkan prosiding KNSI, saya kaget karena kedua makalah yang saya kirimkan dicetak, padahal saya hanya membayar untuk makalah pertama. Parahnya lagi, yang dicetak merupakan versi awal. Fiuh! Malunya bukan hanya makalah itu dibaca seluruh Indonesia, tapi juga Malaysia karena keynote speaker-nya dari Malaysia (halah, lebay!).

Konferensi diakhiri dengan pemilihan makalah terbaik. Pada saat itu, Dosen saya mengatakan beberapa dari kami menjadi nominator. Saya cuma bilang, “tidak mungkin.” Karena melihat makalah yang diterima keren-keren. Pada saat gala dinner, Dosen tersebut baru menjelaskan. Dan ternyata, makalah kedua saya masuk salah satunya karena reviewer hanya membaca dari prosiding yang mereka terima dan menganggap semuanya sudah lolos review. Katanya ada ‘sesuatu’ dari makalah saya ini dan akan memberikan ‘sesuatu’ jika didalami lebih lanjut. Apa coba? Intinya, jika dilakukan eksplorasi dan penelitian lebih dalam, penelitian saya bisa memberikan kontribusi pada bidang terkait. Naaah, karena aslinya makalah tersebut tidak saya daftarkan dan tidak saya presentasikan, maka gugur.  Menjadi nominator saja cukup bagi saya.  Ini memberikan semangat bagi saya untuk menulis lagi.

Ini bukan menyombongkan diri, Sodara-sodara (tapi pamer. Jitak!!). Ada pelajaran yang saya dapat dari kejadian ini. Pertama, jangan pernah membuat makalah hanya dalam 1 malam. Kedua, yang membaca makalah kita adalah orang-orang dengan beragam perspektif. Jadi, akan ada yang menilai positif dan negatif. Dosen saya melihat dari metode penelitian menilainya kurang baik, namun reviewer dari panitia adalah orang yang berkecimpung di bidang topik penelitian saya, menilai makalah saya baik. So, yang penting lakukan yang terbaik. Dan jadikan penilaian negatif sebagai bekal perbaikan untuk masa yang akan datang. Oya, yang menjadi makalah terbaik adalah makalah dosen pembimbing tesis saya. Selamat ya, Bu🙂

Hari terakhir:

Di taksi dari bandara Husen Sastranegara menuju kos.

“Sebenarnya pengen ngitung pengeluaran, Teh. Tapi gimana ya?” kata saya kepada teman.

“Jangan. Sakit hati nanti. Jebol anggaran,” jawabnya.

Ah, betul, betul, betul (ipin upin mode: on). Bayar pesawat, penginapan, makalah, bagasi. Belum lagi oleh-olehnya. Alhamdulillah, saya dapat subsidi😀

 

Ini teman sekamar saya, Miss G. Kita lagi gala dinner

 

Tulisan lainnya:

pengalaman hari pertama

pengalaman hari kedua

pengalaman hari ketiga

pengalaman hari terakhir

 

2 thoughts on “KNSI-Behind The Scene

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s