BM2K Untuk Ibu

Akhirnyaaaa bisa menulis lagi. Belakangan riweuh ngurusin si bungsu masuk sekolah di Jogja dan memasukkan Ibu di program bimbingan muslimah masa keemasan (BM2K) di Bandung. Tuh, tumpukan baju kotor masih ada yang tersisa. Mo nulis dulu aaah.

BM2K adalah salah satu program nyantri yang diadakan oleh pesantren Daarut Tauhid (DT) Bandung.  Pengokohan tauhid, pembiasaan ibadah dan persiapan kematian yang menjadi fokus program ini. Pesertanya dibatasi pada wanita berusia > 50 tahun. So, saya belum masuk itungan dong ya🙂. Setiap peserta akan tinggal di muslimah center DT selama 40 hari. Pendidikannya sendiri dilaksanakan senin-jum’at dengan agenda harian:

03.00 wib dibangunkan sholat tahajud dilanjutkan sholat subuh berjamaah di masjid.

05.00 wib mendengarkan kajian MQ pagi.

06.00 wib jalan santai (setiap sabtu).

07.00 wib istirahat, sarapan, bersih-bersih dan sholat dhuha.

09.00-17.30 wib diantara jam ini, ada 1 atau 2 materi yang disampaikan.

Kalau malam hari tidak  ada acara.

Puasa sunah senin-kamis (makan sahur disediakan baik yang mengikuti katering maupun yang tidak).

Nah, awalnya Ibu saya menolak karena saat saya memberitahu, saya bilang ada “program buat nenek-nenek”.  Qiqiqi. Langsung deh Ibu protes, “Ibu kan belum nenek-nenek.” Iiih, padahal uda punya cucu satu tuh.

Rincian biaya:

pendaftaran Rp 100.000

pendidikan   Rp 2.000.000

laundry          Rp 150.000

katering    Rp 500.000 (biasanya Rp 450.000. Berhubung ini nanti sebagian pada bulan ramadhan, jadi pihak kateringnya akan menyediakan takjil)

Biar fokus belajar dan ga ribeut akan hal-hal lain, bisa mengambil seluruh paket tersebut. Kalau mau murah bisa saja mencuci sendiri atau laundry di luar. Laundry yang termurah Rp 3.000/kg selesai 3 hari kemudian. Kalau yang 1 hari selesai Rp 8.000/kg. Kalau makan sangat bergantung pada jenis makanan yang dibeli. Terhitung lebih mahal menurut saya. Misalnya nih, nasi padang deket DT Rp 10.000, nasi rames pake ikan+sayur sekitar Rp 7.000. Belum lagi harus bolak-balik ke warungnya. Kalau ketering menunya kan 4 sehat. Ah, uang yang dititipkan Alloh kepada kita pasti akan habis. Tinggal bagaimana kita memilih cara untuk menghabiskannya.

Setelah dibujuk, dirayu dan dipaksa, akhirnya Ibu bersedia. Alhamdulillah. Soalnya, barangkali ini terakhir kalinya saya bisa lama di Bandung seiring dengan berakhirnya study saya. Insya Alloh. Mumpung ada kesempatan dan juga karena separuh waktu program ini akan ada di bulan ramadhan +- 20 hari. Semoga ibadah Ibu di bulan suci meningkat karena terpantau oleh panitia.

Tanggal 13 yang lalu mengantar Ibu untuk masuk ke asramanya di muslimah center. Hari itu semua peserta diperiksa kesehatan, wawancara psikologis, tes mengaji untuk menentukan pengelompokan dan pengukuran baju seragam. Hihihi, serasa mengantar masuk sekolah.

Peserta akan tidur bersama-sama dalam satu kamar. Ada yang berisi 8, 7, 5 dan 3 orang. Awalnya Ibu masuk kamar yang berisi 5 tapi minta pindah ke kamar yang berisi 3. Saya sih milih yang ramai, biar lebih bisa kenal lebih banyak orang. Tapi ya sudahlah, toh Ibu yang akan menjalaninya. Setiap orang mendapat jatah 1 kasur tanpa tempat tidur (dipan). Nah, saya teh lupa, Ibu kan kakinya kena asam urat, tuh. Jadi kadang sulit bangun. Bisa pesan pakai tempat tidur selagi masih tersedia (ada 3). Akhirnya diakali dengan menumpuk 2 kasur. Malam itu saya menemani Ibu tidur di sana. Teman sekamar Ibu adalah Bunda Nung dari Pajajaran, Bandung dan Mami (namanya lupa) dari Bogor. Mereka baik-baik. Alhamdulillah.

Ibu tercinta

Beberapa hari belakangan dan ke depan, saya menerima sms laporan dan adik dan Ibu yang mengabari kegiatan mereka.

Adik:

“Jam 21.00 HP diambil pengurus, Yuk (singkatan dari ‘Ayuk’. Panggilan untuk kakak perempuan di Jambi-red).”

“Seragam batik Adek belum jadi, besok mau dipakainya.”

Ibu:

“Ka (singkatan nama saya ‘Tika’-red), Aa’ Gym ceramah.”

“Ka, Ibu baru pulang dari masjid, habis dengerin ceramah Aa’ Gym. Besok habis sholat subuh mo jalan-jalan.”

Pesan saya hampir sama kepada kedua orang tercinta tersebut.

“Belajar yang rajin. Kalau tidak tahu, bertanyalah sampai mengerti. Tidak perlu malu. “

اَللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.” (Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh al-Humaidi (1/143) no. 299, Ahmad (6/322), Ibnu Majah no. 925)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s