Kreatifitas

murrieta.k12.ca.us

Konon, Newton kejatuhan buah apel ketika tengah bersantai di bawah pohon apel. Kemudian, “AHA!”, keluarlah ide tentang gravitasi. Menunggu bintang jatuh, hasil semedi atau wangsit untuk menghasilkan ide-ide segar tidak berlaku lagi saat ini, dimana setiap orang dituntut untuk bertindak cepat dan tepat. Agar memenangkan perasingan, perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi. Untuk lulus segera, mahasiswa harus melakukan penelitian (skripsi, tesis atau disertasi) yang berbeda dari penelitian-penelitian yang telah ada.

Think out of box. Berpikir di luar kotak alias di luar kebiasaan. Ini adalah jargon yang sering kita dengar jika ingin menghasilkan ide atau menjadi pribadi kreatif. Bagi yang memang baru belajar untuk menjadi pribadi kreatif, pasti bingung. Box-nya yang mana (hihihi), cara berpikirnya seperti apa, sebagainya.

Sebelum lebih jauh, yuk kita pahami dulu definisi dari kreatif itu sendiri. Ummm, definisi kreatif ada banyak, bergantung dari sudut pandang yang digunakan. Definisi dari sisi psikologi akan berbeda dengan definisi yang diberikan orang-orang ekonomi. Tapi saya menyukai definisi yang ini:

Creativity typically defined as the generation or production of ideas that are both novel and useful.”

“Kreatifitas biasa didefinisikan sebagai pembangkitan atau  pembentukan ide yang bersifat baru dan bermanfaat.” (George, 2007 dalam Loewenstein, 2010).

 Nah, dari definisi itu bisa kita ketahui:

  1. Hasil dari kreatifitas itu berupa ide. Artinya, prosesnya lebih pada proses dalam otak (kognitif). Artinya lagi, harus ada tindakan nyata untuk mewujudkannya. Kalau orang-orang industri menyebutnya dengan inovasi.
  2. Syarat utama kreatif adalah: BARU dan MANFAAT. Baru artinya berbeda dari yang telah ada. Bisa baru dalam hal bahan, proses atau hasil akhirnya. Manfaat artinya memberikan nilai guna bagi yang menjalankan proses kreatif.

Contoh kreatifitas misalnya mobil dengan memanfaatkan tenaga surya. Karena mobil pada umumnya menggunakan bensin atau solar.

Penelitian mengenai kreatifitas ada banyak. Namun proses kreatif itu sendiri seperti berada dalam kotak hitam (black box) di tengah malam yang mendung, plus gerhana bulan😀. Setelah berburu referensi, alhamdulillah, akhirnya menemukan yang bisa menjelaskan bagaimana proses kreatif di otak itu terjadi. Dengan mengetahui ini, menjadikan proses kreatif bisa kita kontrol, sehingga ketika kita membutuhkan ide-ide segar, proses kreatif dapat kita jalankan pada saat itu juga.

 

Gambar 1. Proses Kreatif  (Loewenstein dkk, 2010)

Loewenstein dkk (2010) menyatakan bahwa kreatifitas dihasilkan dari mengubah sudut pandang terhadap sesuatu. Proses kreatif yang Beliau usulkan seperti pada gambar 1. Tahapan dalam melakukan proses kreatif:

  1. Conception. Kesadaran manusia terhadap konsep yang relevan dan dapat digunakan di luar persoalan yang dihadapi,
  2. Elaboration. Selanjutnya konsep tersebut diintegrasikan sehingga menghasilkan representasi permasalahan yang baru.
  3. Accommodation. Proses menyesuaikan dan menggabungkan interpretasi ulang dari masalah lokal ke dalam representasi masalah yang lebih besar sehingga dapat mengubah representasi masalah ke dalam bentuk baru.

Contoh kasus:

Ingin berjualan bakso yang lain daripada yang lain.

Conception: alternatif pengganti daging sapi dan proses pengolahannya menjadi bakso yang enak, seenak bakso sapi. Hasilnya pada tahap ini pastinya berupa daftar alternatif.

Elaboration: hasil dari conception diramu sedemikian rupa hingga menghasilkan bakso baru. Misalnya bakso tempe.

Accommodation: masalah pembuatan bakso merupakan bagian dari usaha bakso. Sehingga perlu dikaji juga masalah lain yang terkait untuk berjualan bakso yang beda dengan yang telah ada. Misalnya mengenai cara pemasarannya.

Hasil akhir misalnya lahirlah bakso tempe, bakso isi (menggunakan konsep roti isi). Bakso panggang (menggunakan konsep sate), dan sebagainya.

Konsep penting lahirnya kreatifitas adalah interaksi (Woodman dkk, 1993; Fischer dkk, 2005).  Baik interaksi secara langsung maupun melalui teknologi seperti grup, mailing list, dan sebagainya.

Naaah, jauh hari sebelum para pakar menemukan teori kreatifitas, Islam melalui Rasululloh Muhammad SAW telah mengajarkan umat Islam untuk kreatif. Salah satunya adalah tentang anjuran untuk mengambil jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang sholat Idul Fitri atau anjuran untuk memperbanyak silaturahmi. Karena saat melintasi jalan yang berbeda, saat itu lah kita sedang berproses untuk think out of box. Dan ketika kita bersilaturrahmi, saat itulah terjadi interaksi untuk menghasilkan ide-ide kreatif.

Abu Raafi’ berkata:

كَانَ يَخْرُجُ إِلىَ الْعِيْدَيْنِ مَاشِيًا وَ يُصَليِّ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَ لاَ إِقَامَةٍ ثُمَّ يَرْجِعُ مَاشِياً فِي طَرِيْقٍ آخَرَ

“Beliau keluar menuju ‘Iedain (tempat sholat ied-red) dengan berjalan kaki, shalat tanpa azan dan iqamat, dan pulang berjalan kaki melewati jalan yang lain. “ (Ibnu Majah, Shahihul Jaami’: 4933)

Referensi:

Fishcer, G., Giaccardi, E., Eden, H., Sugimoto, M., dan Ye, Y., 2005, “Beyond binary choices: integrating individual and social creativity”, International Journal of Human-Computer Studies, 63.

Loewenstein, J., & Cronin, M. A. (2010, November). The creativity cycle and the possibility of producing creative ideas efficiently. INFORMS Annual Meeting, Austin, Texas.

Woodman, R. W., Sawyer, J. E., dan Griffin, R. W., 1993, “Toward a Theory of Organizational Creativity”, The Academy of Management Review, 18 (2), 293-321.

#Saya sendiri masih berusaha menjadi pribadi kreatif🙂

2 thoughts on “Kreatifitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s