Surat untuk Anak-anakku

Assalammu’alaykum wr wb.

Apa kabarmu duhai anak-anak Ummi yang sholih-sholihah? Ummi yakin kalian sedang berada dalam kehangatan dekapan Zat yang Maha Penyayang.

Nak, belakangan ini Ummi semakin merindukan kalian. Betapa ingin Ummi segera berjumpa kalian. Ingin sekali rasanya Ummi menimang, mengecup kening, memandikan, membuatkan sarapan, sholat berjama’ah bersama kalian, mengajari kalian Al-Qur’an, membacakan kalian kisah Rasullulloh dan para sahabat, meletakkan tangan Ummi di ubun-ubun kepala kalian sambil mendo’akan kalian…

Ummi berharap kalianpun merindukan Ummi. Bersabarlah ya, Nak. Ummi sedang mempersiapkan diri sehingga pantas untuk melahirkan kalian dan menjadi pendamping hidup Abi kalian. Insya Alloh Abi kalian adalah seorang hamba yang sangat mencintai Alloh & Allohpun mencintainya, juga membawa kita kepada cinta Alloh. Abi kalian adalah seseorang yang akan memberikan benih pada rahim Ummi sehingga melahirkan kalian, anak-anak Ummi , yang sholih & shollihah. Yang menjadi ilmuwan & Pengusaha. Di atas itu semua yang menjadikan kalian hafidz/hafizhoh (penghafal qur’an).

“Kenapa harus menjadi penghafal qur’an, Mi?” mungkin kalian ingin menanyakan itu. Nak…, para penghafal Qur’an adalah orang-orang pilihan untuk menjaga kalimat Alloh di muka bumi ini. Insya Alloh, Alloh pasti juga menjaganya. Belum lagi keistimewaan yang akan kalian terima di hari akhir kelak. Ummi ingin kalian selamat menjalani hidup di dunia ini, hingga kita semua berkumpul kembali di jannah-Nya.

Nak, saat ini Alloh menunjukkan bagaimana penjagaannya terhadap seorang penghafal Qur’an. Ada sebuah Negara bernama Mesir di dunia ini. Pemimpinnya bernama Muhammad Mursi dipaksa menyerahkan posisinya sebagai presiden oleh orang-orang yang benci Islam. Beliau seorang yang shalih. Selalu berprinsip Alloh ghoyatuna, Muhammad qudwahtuna, Al Qur’an dusturana, jihad sabiluna, dan syahid asma amanina. Beliau seorang penghafal Qur’an, Nak. Lihatlah bagaimana Alloh menjaga-Nya.

Merinding Ummi mendengarnya. Menangis tiada henti Ummi meihatnya. Siapa yang menggerakan jutaan manusia itu untuk menjadi pelindung & pembelanya jika bukan Alloh, Nak. Ummi jadi ingat sebuah hadits qudsi,

Rasululloh saw, bersabda: Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: ‘sesungguhnya Aku mencintai si fulan maka cintailah dia. Para penghuni langitpun mencintainya, kemudian penghuni bumipun mencintainya (Shahih Muslim No. 4772).

Tidak, sama sekali Ummi tidak mengharapkan kalian menjadi orang terkenal dengan banyak manusia yang mengagumi kalian. Cukup jadilah hamba yang dikenal oleh pencipta kalian. Jadilah para pembela Islam hingga kalian menghadap Alloh dengan gelar syuhada. Ummi ingin ketika kalian syahid, bergetar ‘Arsy Alloh, ribuan malaikat mengantarkan jenazah kalian ke liang lahat, dan bersuka cita penduduk langit menyambut kepulangan ruh kalian. Hanya itu, Nak.

Ah, sedikit lega perasaan Ummi walaupun belum bisa menatap wajah kalian secara langsung. Bersabar ya, Nak. Hingga Alloh berkenan mempertemukan kita. Semoga kita sekeluarga berkumpul kembali di surga tertinggi milik-Nya. Surga Firdaus, ya Nak.

Wassalammu’alaykum wr wb.

Kota Budaya,  12 Ramadhan 1433 H (20 Juli 2013)

Ummi yang merindu

Almost 1 Year

To day is the 8th day of ramadhan month 1433 H. My throat is hurt a bit now. It’s disturbing my tilawah activity. I decide to post something in order to do something useful. Actually, i want to wait until August 1st, the date my last posting posted.

I think this almost year is my feeling and thinking struggling year. So many things happen during this year. At my work place, home, family, etc. So many unpredictable things happen to me and i can not tell some of it to others. Because i am a lecturer with hundreds student who follow me on facebook, so i can not just make a status about my problems like everyone does. Because i am the eldest child in my family, i just can not beefing about something. Sometimes i think i need Doraemon help: “The door to everywhere”. Just want to leave everything for a moment. Just want to do something new or something i like.

But… thank to Alloh that i still and always have Him. So i still have hope and power to move on. Because i believe everything happen because of Him. He wants something to me. Maybe to increase my individual quality. And i consider it as the way to erase my sins. Hopefully.

But, not only bad unpredictable things but also good unpredictable ones happen to me. First, i begun lecture in a national university in Jogja since last semester (which is the salary 5 times higher than the ‘another one’). Second, my grant research proposal was admitted.  Third, my PKM student proposal were admitted and they will present for monitoring session tomorrow. I wish they can pass it and go to Pimnas. Alhamdulillah for everything 😀

I absolutely do not know what will happen to me next time.  Whatever it will be, i hope i can pass it and makes Alloh loves me more.

Just corpse and crazy people who does not have problems. So, problems show that we are an alive and a normal human being 🙂

BM2K Untuk Ibu

Akhirnyaaaa bisa menulis lagi. Belakangan riweuh ngurusin si bungsu masuk sekolah di Jogja dan memasukkan Ibu di program bimbingan muslimah masa keemasan (BM2K) di Bandung. Tuh, tumpukan baju kotor masih ada yang tersisa. Mo nulis dulu aaah.

BM2K adalah salah satu program nyantri yang diadakan oleh pesantren Daarut Tauhid (DT) Bandung.  Pengokohan tauhid, pembiasaan ibadah dan persiapan kematian yang menjadi fokus program ini. Pesertanya dibatasi pada wanita berusia > 50 tahun. So, saya belum masuk itungan dong ya :). Setiap peserta akan tinggal di muslimah center DT selama 40 hari. Pendidikannya sendiri dilaksanakan senin-jum’at dengan agenda harian:

03.00 wib dibangunkan sholat tahajud dilanjutkan sholat subuh berjamaah di masjid.

05.00 wib mendengarkan kajian MQ pagi.

06.00 wib jalan santai (setiap sabtu).

07.00 wib istirahat, sarapan, bersih-bersih dan sholat dhuha.

09.00-17.30 wib diantara jam ini, ada 1 atau 2 materi yang disampaikan.

Kalau malam hari tidak  ada acara.

Puasa sunah senin-kamis (makan sahur disediakan baik yang mengikuti katering maupun yang tidak).

Nah, awalnya Ibu saya menolak karena saat saya memberitahu, saya bilang ada “program buat nenek-nenek”.  Qiqiqi. Langsung deh Ibu protes, “Ibu kan belum nenek-nenek.” Iiih, padahal uda punya cucu satu tuh.

Rincian biaya:

pendaftaran Rp 100.000

pendidikan   Rp 2.000.000

laundry          Rp 150.000

katering    Rp 500.000 (biasanya Rp 450.000. Berhubung ini nanti sebagian pada bulan ramadhan, jadi pihak kateringnya akan menyediakan takjil)

Biar fokus belajar dan ga ribeut akan hal-hal lain, bisa mengambil seluruh paket tersebut. Kalau mau murah bisa saja mencuci sendiri atau laundry di luar. Laundry yang termurah Rp 3.000/kg selesai 3 hari kemudian. Kalau yang 1 hari selesai Rp 8.000/kg. Kalau makan sangat bergantung pada jenis makanan yang dibeli. Terhitung lebih mahal menurut saya. Misalnya nih, nasi padang deket DT Rp 10.000, nasi rames pake ikan+sayur sekitar Rp 7.000. Belum lagi harus bolak-balik ke warungnya. Kalau ketering menunya kan 4 sehat. Ah, uang yang dititipkan Alloh kepada kita pasti akan habis. Tinggal bagaimana kita memilih cara untuk menghabiskannya.

Setelah dibujuk, dirayu dan dipaksa, akhirnya Ibu bersedia. Alhamdulillah. Soalnya, barangkali ini terakhir kalinya saya bisa lama di Bandung seiring dengan berakhirnya study saya. Insya Alloh. Mumpung ada kesempatan dan juga karena separuh waktu program ini akan ada di bulan ramadhan +- 20 hari. Semoga ibadah Ibu di bulan suci meningkat karena terpantau oleh panitia.

Tanggal 13 yang lalu mengantar Ibu untuk masuk ke asramanya di muslimah center. Hari itu semua peserta diperiksa kesehatan, wawancara psikologis, tes mengaji untuk menentukan pengelompokan dan pengukuran baju seragam. Hihihi, serasa mengantar masuk sekolah.

Peserta akan tidur bersama-sama dalam satu kamar. Ada yang berisi 8, 7, 5 dan 3 orang. Awalnya Ibu masuk kamar yang berisi 5 tapi minta pindah ke kamar yang berisi 3. Saya sih milih yang ramai, biar lebih bisa kenal lebih banyak orang. Tapi ya sudahlah, toh Ibu yang akan menjalaninya. Setiap orang mendapat jatah 1 kasur tanpa tempat tidur (dipan). Nah, saya teh lupa, Ibu kan kakinya kena asam urat, tuh. Jadi kadang sulit bangun. Bisa pesan pakai tempat tidur selagi masih tersedia (ada 3). Akhirnya diakali dengan menumpuk 2 kasur. Malam itu saya menemani Ibu tidur di sana. Teman sekamar Ibu adalah Bunda Nung dari Pajajaran, Bandung dan Mami (namanya lupa) dari Bogor. Mereka baik-baik. Alhamdulillah.

Ibu tercinta

Beberapa hari belakangan dan ke depan, saya menerima sms laporan dan adik dan Ibu yang mengabari kegiatan mereka.

Adik:

“Jam 21.00 HP diambil pengurus, Yuk (singkatan dari ‘Ayuk’. Panggilan untuk kakak perempuan di Jambi-red).”

“Seragam batik Adek belum jadi, besok mau dipakainya.”

Ibu:

“Ka (singkatan nama saya ‘Tika’-red), Aa’ Gym ceramah.”

“Ka, Ibu baru pulang dari masjid, habis dengerin ceramah Aa’ Gym. Besok habis sholat subuh mo jalan-jalan.”

Pesan saya hampir sama kepada kedua orang tercinta tersebut.

“Belajar yang rajin. Kalau tidak tahu, bertanyalah sampai mengerti. Tidak perlu malu. “

اَللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.” (Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh al-Humaidi (1/143) no. 299, Ahmad (6/322), Ibnu Majah no. 925)

Sekolah Untuk Si Bungsu

Tahun ini, adik bungsu saya lulus sekolah menengah pertama (SMP). Dari jauh hari saya sudah mengusulkan agar si adik melanjutkan di Yogyakarta saja. Tujuannya agar wawasannya terbuka, mengenal dunia di luar Jambi. Agar tidak seperti katak dalam tempurung. Setelah dibujuk oleh kami sekeluarga, alhamdulillah dia bersedia. Tuuuh, orangnya sedang tertidur lelap setelah di bekam untuk pertama kalinya tadi.

Awalnya saya ingin memasukkan dia ke pesantren penghafal Qur’an. Namun khawatir dia terkejut karena selama ini dia belajar di sekolah umum. Semoga, suatu saat ketika Alloh telah mengizinkan, dia akan menjadi seorang penghafal Qur’an yang memiliki kompetensi akademik. Akhirnya saya putuskan untuk menyekolahkannya di SMAIT Abu Bakar Yogyakarta. Saya tertarik karena sekolah ini memiliki program boarding school. Para siswa yang mengikuti progaram ini akan tinggal di asrama. Di sana mereka akan dibiasakan untuk sholat tahajud, mengaji, bicara bahasa arab dan inggris dan sebagainya. Selain itu, dengan berpisah dari keluarga, saya berharap Adik bisa hidup mandiri. Maklum, selama ini dia selalu berada dalam bayang-bayang Bunda yang memanjakannya.

Bersiap masuk asrama

Tadi siang saya mengantar adik untuk daftar ulang. Subhanalloh, saya suka dengan metode belajarnya. Sekolah ini memiliki ruang belajar berdasarkan jenis pelajarannya. Mereka memiliki ruang sains, ruang bahasa dan sebagainya. Siswa akan berpindah kelas sesuai dengan mata pelajarannya. Jika saatnya belajar bahasa inggris, mereka akan masuk ke ruang bahasa, jika mereka belajar IPA maka mereka akan berpindah ke ruang sains. Ini bagus menurut saya. Karena memberikan siswa suasana baru dan proses berpindah tersebut dapat menghilangkan rasa kantuk.

Sekolah ini tidak memiliki banyak murid tapi insya Alloh tidak mengurangi kualitasnya. Ini terbukti beragam tropi dan mendali penghargaan yang saya lihat di kantor administrasinya.

Salah satu faktor muridnya sedikit barangkali karena biaya pendidikannya yang tergolong mahal. Mungkin mahal itu karena orang tua harus membayar makan siang yang diberikan kepada siswa karena program pendidikan di sini adalah Full day school artinya pelajaran dilakukan dari pagi hingga sore hari. Sedangkan program boarding school, pelajaran di sambung setelah maghrib hingga pukul 22.00 malam.

Saya berharap setelah lulus dari sekolah ini, si adik memiliki tauhid yang kokoh, bisa sholat secara baik dan benar, mengaji dengan makhrojul khuruf yang benar, memiliki hafalan setidaknya 2 juz, memiliki pemahaman Islam yang baik dan memiliki kompetensi akademik sesuai dengan potensi yang dia miliki.

Dan peran sebagai orang tua pun mulai saya lakoni. Bismillah.

Kota gudeg lewat tengah malam.

Di kala hati dipenuhi sejuta harap.

Kepergian Seorang Yoyoh Yusroh

Yoyoh Yusroh, siapa Beliau? Beliau adalah salah satu anggota Komisi 1 DPR RI. Beliau wafat pada 21 Mei 2011 yang lalu dalam sebuah kecelakaan mobil, namun wajah Beliau tersenyum (foto) dan sempat mengucapkan kalimat syahadat sebelum meninggal.

Walaupun tidak pernah bertemu secara langsung, Beliau memberi banyak inspirasi bagi perempuan Indonesia. Selain sebagai anggota dewan, Beliau adalah seorang ibu dengan 13 orang anak dan aktivis perempuan. Dengan anak 13 orang dan aktivitasnya yang padat, Beliau tetap menjalankan tahajud, menghafal dan tilawah (membaca) Al-Qur’an secara rutin.

Saya ingin menyimpan dalam blog saya ini, sebagai bahan pengingat dan penyemangat. Mengingatkan bahwa kematian itu sangat dekat. Mengingatkan bekal apa yang sudah saya persiapkan untuk hidup setelah mati nanti. Mengingatkan bahwa kita hidup adalah untuk beribadah kepada Allah, hingga jangan sampai hati disibukkan akan hal-hal tidak penting. Dan mengingatkan untuk senantiasa menjaga keikhlasan. Menyemangati bahwa ada surga yang menanti di sana.

Mengenai kronologis kejadian, bisa dilihat di sini: http://beritapks.com/hudarr-bundayoyoh/

Ada SMS yang dikirimkan Beliau kepada temannya 2 hari sebelum kejadian:

Ya Rabb, aku sdg memikirkan posisiku kelak di akhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita Khadijah Al Kubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya?

Atau dengan Hafsah binti Abu Bakar yang dibela Alloh saat akan dicerai karena showwah dan qowwamahnya?

Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500 hadits, sedang aku.. ehm 500 juga belum…

Atau dengan Ummu Sulaim yang shobiroh

Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad

Atau dengan siapa ya?

Ya Alloh, tolong beri kekuatan tuk mengejar amaliah mereka, sehingga aku laik bertemu mereka di taman firdaus-Mu.

Beliau sempat memberikan taujih terakhir dalam sebuah video beberapa hari sebelum kecelakaan. Di sana Beliau mengatakan, “insya Alloh, kita akan bertemu di surga.”

Berikut adalah email terakhir Beliau kepada anaknya. Pesan yang begitu mendalam. Saya ambil dari blog putranya (http://spagiari.blogspot.com/2011/05/nasihat-untuk-sang-putera.html)

From: Yoyoh Yusroh
Date: 2011/5/18
Subject: Nasihat untuk sang putera
To: Aizza Jundana

Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya
(Ukht/ Nayifah Uwaimir)

Wahai puteraku …
Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia ..
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan ..
Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya ..
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara ..
Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat ..
Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh .. hadapi dengan berbuat baik kepadanya .. tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih

Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”.

Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran .. atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk .. bergembiralah .. sebab mereka sebenarnya sedang berkata: “engkau orang yang sukses dan berpengaruh”, sebab,
· anjing yang mati tidak akan ditendang,
· dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah

Wahai puteraku ..
Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon lebah .. dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!

Tidurlah lebih awal wahai puteraku agar bisa bangun lebih awal .. sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rizki Allah yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!

Akan aku ceritakan kepadaku kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar ..
Dan saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!
Akan aku ajak engkau ke sarang singa .. akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!!
Akan tetapi, karena ia berjiwa tinggi! Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain, betapapun ia lapar .. dan perutnya melilit-lilit .. jangan mencuri jerih payah orang lain .. sebab engkau menjadi keji!

Akan aku ajak engkau menemui bunglon .. agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya! Bunglon merubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada .. agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak .. dan berulang-ulang! Dan bahwasanya ada orang-orang munafik .. banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian .. dan berlindung dibalik alasan “ingin berbuat baik”.

Wahai puteraku ..
Biasakan engkau bersyukur .. kepada Allah! Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepada-Nya bahwa engkau dapat berjalan, mendengar dan melihat!
Bersyukurlah kepada Allah, dan syukuri pula manusia .. sebab Allah SWT akan menambah orang-orang yang bersyukur
Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!

Wahai puteraku .. ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!
Dan bahwasanya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan .. namun jujur lebih berakhlaq bagimu! Dan bagi orang sepertimu!

Wahai puteraku …
Persiapkan alternatif untuk segala urusan .. agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!
Manfaatkan segala peluang .. sebab peluang yang datang sekarang .. bisa jadi tidak akan berulang!!

Jangan berkeluh kesah .. aku harap engkau optimis .. siap menghadapi kehidupan ..
Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka! Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!!

Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah .. jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya ..
Sebab dia tidak menciptakan dirinya .. dan saat engkau menghina orang lain, pada hakekatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa

Jangan membuka aib orang, sebab Allah akan membuka aibmu di rumahmu .. sebab Allah-lah Dzat yang menutupi .. dan mencintai orang yang menutupi!
Jangan menzhalimi siapa pun .. dan jika engkau hendak menzhalimi dan engkau merasa mampu menzhalimi, ingatlah bahwa Allah SWT lebih mampu!

Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim .. engkau akan terheran-heran .. bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!

Jangan mendebat .. dalam perdebatan .. kedua pihak merugi.
Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita .. semua kita kalah .. baik yang merasa menang .. dan yang merasa belum menang!

Jangan monopoli pendapat .. yang bagus adalah engkau mempengaruhi dan dipengaruhi!
Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang .. dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar .. tegarlah dan jangan terpengaruh!

Wahai puteraku ..
Engkau dapat merubah keyakinan orang .. dan menguasai hati mereka tanpa engkau sadari! Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi .. namun, dengan senyumanmu .. dan kosa katamu yang lembut .. dengan keduanya, engkau dapat menyihir!!
Oleh karena itu, tersenyumlah .. maha suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!!

Di Cina .. jika engkau tidak murah senyum, mereka tidak akan berikan lisensi kepadamu untuk membuka kedai ..
Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!
Jika bibirmu terbuka karena senyuman .. dengan cepat .. terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya

Jika orang meragukanmu, bela dirimu .. jelaskan .. dan beri keterangan pembenarannya!
Jangan suka nimbrung dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan .. jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!!
Wahai puteraku .. jauhkan dirimu dari hal ini .. aku sangat tidak suka kalau melihatmu seperti ini!!

Jangan bersedih wahai puteraku terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan! Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan .. sehingga Allah melihat kita .. adakah kita bersabar?
Karena itu .. santai saja .. jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat ..
“jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan”!!

Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu .. sia-sia kalau kita memegang gergaji kayu, lalu menggergaji!!
Tataplah hari esok .. persiapkan diri .. dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!!
Jadilah orang yang mulia .. berbanggalah dengan dirimu!
Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihatmu ..
Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar .. hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!

Yoyoh Yusroh
Komisi I DPR RI
Sent from my iPad

Duhai Alloh, anugerahkanlah kepada kami qalbun saliim. Hati yang total menghamba kepada-Mu. Hati yang senantiasa bersujud kepada-Mu. Hati yang hanya Engkau bertahta di dalamnya. Hingga tiba giliran kami, giliran kami untuk berjumpa dengan-Mu, duhai yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

I’ll Be Missing It

Studying. I do love this activity. Even though i have to face a hectic situation. Many times. Yeah, because of the homeworks, papers, exams and the last one, the thesis. But i love all of those moments. The moment when i must read so many papers, not sleep at nights, sharing knowledge with my friends or discuss with my lecturers. I always tell myself to be grateful. Because not everybody given the chance to have those experiences.

Well, i am still trying my best to finish the thesis as soon as possible but i think, i am gonna be missing all those moments.

 

Kisah Sedih Pengusaha Batik di Yogyakarta

Ini adalah tempat kesekian kalinya yang saya datangi. Panas menyengat Yogyakarta benar-benar membuat saya rindu akan Bandung. Alhamdulillah, saya bisa disejukkan dengan keramahan pegawai home industry batik tersebut.

Setelah bertanya kepada pegawai di bagian showroom, saya diantarkan ke bagian belakang gedung yang ternyata merupakan tempat produksi batik. Saya berhadapan dengan Pak Hadi, kepala bagian produksi. Usianya saya kira sudah 60 tahunan. Setelah Beliau menyatakan tidak keberatan, dilanjutkan dengan berkisah mengenai industri Batik di Jogja

Ada 21 orang yang bekerja di bagian produksi. Ternyata, tempat ini memproduksi batik tulis sejak tahun1950. Dan Beliau sudah ada di sana sejak 1959. Yang membuat saya terkejut bukan kepalang adalah dulu perusahaan ini memiliki 100-an pegawai yang membatik di perusahaan dan yang bekerja di rumah masih-masing 400-an orang. Ah, tidak pantas untuk disebut sebagai home industry.

Penjualan menurun dan banyak yang gulung tikar sejak maraknya penggunaan mesin tekstil yang dimulai pada zaman Soeharto. Menurut Beliau saat itu Bu Tien Soeharto mendorong penggunaan mesin-mesin tekstil buatan Cina. Nah, jika yang dihasilkan mesin, itu bukan batik tapi tekstil bermotif batik. Duuh, malunya saya karena saat itu saya mengenakan tekstil bermotif batik. 😦  Hal itu diperburuk dengan masuknya produk-produk tekstil bermotif batik dari Cina.

Beliau juga menceritakan bahwa dulu ada perhimpunan pengusaha batik yang bertugas mengontrol iklim industri batik tanah air. Pembelian bahan (kain, malam atau lilin batik dan lain-lainnya) dijatah, harga terkontrol dan seterusnya. Pemerintah ikut andil. Tapi saat ini perhimpunan tersebut tinggal nama dan hanya pegawai yang menempati kantor (Saya pernah diajak teman ke tempat itu. Ada seperti gudang di bagian depan kantor. Sangat sepi. Padahal kata teman saya yang merupakan seorang pengrajin batik itu, bahan-bahan membatik dijual lebih murah dari pasaran). Beliau melanjutkan, saat ini bahan-bahan membatik itu dikuasai pengusaha etnis tertentu. Sehingga mereka memainkan harga dengan seenaknya. Kadang bahan-bahan tersebut ditimbun hingga terjadi kelangkaan. Saat itulah mereka menjualnya dengan harga melangit. Misalnya harga bahan campuran membuat malam awalnya sekitar Rp 13.000 menjadi Rp 36.000. Belum lagi bahan bakar minyak bumi yang harus digunakan untuk menjaga agar malam tetap cair.

Beliau melanjutkan bahwa saat ini antara produksi dan pemasaran tidak seimbang. Mereka hanya mengandalkan 1 showroom tersebut. Mereka bekerjasama dengan travel agent saja. Jika ada yang turis mancanegara, akan dibawa ke showroom tersebut. Saya sangat mengerti karena harga batik tulis harganya lebih mahal dari hasil mesin. Belum lagi jika menggunakan pewarna alam, warna-warna yang dihasilkan dari dedaunan maupun beragam jenis pohon yang aman bagi kulit. Harganya bisa 5 kali lipat atau lebih dari harga dengan pewarna sintetis. Biasanya peminat batik berkualitas begini adalah orang-orang luar negeri. Daya beli masyarakat Indonesia belum mampu.

Saya tidak mengetahui bagaimana strategi marketingnya. Karena saya pikir dengan menggunakan usia yang cukup tua tersebut, harusnya memberi efek pada jumlah penjualan yang tinggi. Entahlah.

Perusahaan batik ini memiliki idealisme bahwa yang namanya batik adalah semua proses produksinya dikerjakan dengan tangan dan walaupun seandainya nanti tersisa hanya 5 orang, mereka akan tetap produksi untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Lalu saya tambahkan “asli”. Kebudayaan asli Indonesia. Karena jika sudah menggunakan mesin, sudah bukan batik asli lagi.

Pulang dari sana hati saya menangis. Apa artinya pengakuan UNESCO sebagai warisan bangsa Indonesia, jika kita sendiri tidak mampu melindungi pengrajin batik-pengrajin batik kita. Jika mereka tutup, maka batik akan berhenti diproduksi dan akan hilang. Belum lagi jumlah tenaga kerja yang harusnya bisa mereka serap. Perusahaan sebelumnya juga mengalami hal yang sama, saya pikir. Karena alasan mereka menolak saya adalah saat ini mereka lebih pada usaha workshop pembuatan batik. Ya Rabbi, sesak sekali dada ini. Apa yang bisa saya lakukan???